Senin, 13/09/2010, 16:23:00
H+3 Lebaran, Jalur ke Obyek Wisata Guci Macet Total
JAY-Riyanto Jayeng

Kendaraan dari dua arah menuju dan keluar kawasan OW Guci berpapasan sehingga menimbulkan kemacetan panjang. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Slawi) - Menginjak hari ketiga Lebaran, jalur lalulintas menuju Obyek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, macet total. Ribuan kendaraan yang didominasi sepeda motor, tumpah ruah memadati jalur sepanjang kurang lebih 10 Km dari Kalibakung menuju puncak di pintu masuk OW Guci, Senin 13 September 2010 mulai pukul 09.00 – 15.30 WIB.

OW Pemandian Air Panas Guci menjadi unggulan bagi wisatawan lokal maupun daerah sekitarnya. Suasana alam pengunungan yang sejuk, dengan fasilitas yang lengkap seperti hotel, villa dan pemandian air panas tertutup dan terbuka, sangat diminati wisatawan untuk bersantai pada hari-hari libur dan Lebaran. Wisatawan lokal menyamakan Guci seperti kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Kemacetan yang berlangsung cukup lama itu, dipicu oleh tersendatnya laju kendaraan dari dua arah berlawanan. Dari pantauan Panturanews di lapangan, titik kemacetan berada di tanjakan Kalibakung, tanjakan Clirit, Pasar Bojong, pertigaan Tuwel dan tanjakan Guci.

Sementara, petugas polisi yang dibantu sejumlah masyarakat yang mengatur jalur tersebut, nampak kewalahan saat jumlah kendaraan makin meningkat menjelang tengah hari.

Menurut keterangan warga setempat, Untung, jumlah kendaraan yang memadati jalur menuju obyek wisata di hari raya Idul Fitri tahun 2010, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya, kemacetan dimulai dari pintu masuk OW Guci sampai pertigaan Tuwel sepanjang 5 Km.

“Kepadatan kendaraan tahun ini sangat hebat, selama dua hari berturut-turut yakni Minggu dan Senin jalur wisata Guci macet. Kendaraan hanya dapat bergeser sejengkal tiap 10 menit. Ini baru di luar Guci, apalagi di dalamnya. Lagipula, kemacetan ini juga disebabkan banyaknya kendaraan yang hendak turun yang berpapasan dengan banyaknya kendaraan yang hendak naik gunung,” kata Untung.

“Seharusnya petugas dapat mengatur arus kendaraan yang keluar dari obyek wisata dengan cara mengalihkan jalur keluar melalui jalur atas yang tembus ke Desa Bumijawa. Dengan demikian, kepadatan arus kendaraan di bawah dapat tereliminir,” tutur Untung.

Tidak ada kecelakaan lalulintas dalam kemacetan arus kendaraan itu, akan tetapi kemacetan baru dapat teratasi sekitar menjelang sore setelah diguyur hujan lebat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita