PanturaNews (Brebes) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait potensi kemarau ekstrem yang akan melanda wilayah Kabupaten Brebes tahun ini.
Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026, dengan curah hujan yang berada di bawah normal.
Prakirawan BMKG Tegal, Khanifan Setiawan, mengungkapkan bahwa pola musim saat ini semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim global. Untuk wilayah Brebes, awal musim kemarau dipastikan mulai memasuki fase transisi pada Mei ini.
"Dulu pola kemarau cenderung tetap, namun sekarang faktor global sangat dominan. Kami memprediksi curah hujan periode Mei hingga Juli akan sangat rendah," ujar Khanifan dalam Rapat Koordinasi Kebencanaan di Aula KPT Brebes, Kamis, 30 April 2026.
Ancaman 'El Nino Godzilla'
Selain faktor musiman, BMKG juga menyoroti potensi munculnya fenomena El Nino yang dapat memperparah kondisi kekeringan.
Khanifan menyebutkan, jika intensitas El Nino menguat atau sering dijuluki sebagai 'El Nino Godzilla' dampaknya tidak hanya terbatas pada ketersediaan air bersih, tetapi juga mengancam sektor pertanian.
"Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kekeringan ekstrem hingga krisis pangan. Ini yang harus kita waspadai bersama melalui langkah mitigasi yang tepat," katanya.
Respons Pemkab Brebes
Menanggapi prediksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memetakan wilayah terdampak. Data BPBD menunjukkan potensi bahaya kekeringan mencakup luas lahan sebesar 175.904,57 hektare.
Sekretaris Daerah Brebes, Tahroni, meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat desa untuk segera menyiapkan rencana operasi.
"Pemerintah harus mampu melakukan mitigasi dan mengetahui informasi kebencanaan sejak dini agar dampak krisis pangan dan air bersih bisa diminimalisir," kata Tahroni.
Sebagai langkah nyata, BPBD Brebes telah menyiagakan armada truk tangki untuk dropping air bersih ke wilayah-wilayah yang secara historis menjadi langganan kekeringan saat puncak kemarau tiba.