PanturaNews (Madinah) — Tim Petugas Haji Daerah (PHD) yang menyertai kelompok terbang (kloter) SOC 8 asal Kabupaten Brebes menggelar kegiatan ziarah edukatif bagi para jamaah haji di Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis (30/4).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan keislaman serta nilai spiritual jamaah di sela rangkaian ibadah haji. Dalam pendampingan tersebut, para jamaah mengunjungi dua lokasi ikonik, yakni Kompleks Percetakan Mushaf Al-Qur'an Raja Fahd dan kawasan fenomena alam Jabal Magnet.
Petugas PHD Layanan Umum, Azmi Asmuni Majid, bersama petugas kesehatan Supardi, memimpin langsung koordinasi di lapangan guna memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah.
Melihat Dapur Al-Qur'an Terbesar di Dunia
Pada destinasi pertama, jamaah diajak mengunjungi pusat percetakan Al-Qur'an terbesar di dunia. Di sana, jamaah mendapatkan edukasi mendalam mengenai dedikasi Pemerintah Arab Saudi dalam menjaga keaslian mushaf, mulai dari tahap penulisan manual oleh khatat profesional hingga proses distribusi global.
"Kegiatan ini penting agar jamaah memahami bagaimana proses penjagaan kemurnian Al-Qur'an dilakukan secara masif dan teliti," ujar Tim PHD dalam keterangannya. Sebagai kenang-kenangan, setiap jamaah juga mendapatkan mushaf Al-Qur'an secara cuma-cuma dari pihak pengelola.
Fenomena Ilusi Optik Jabal Magnet
Ziarah berlanjut ke kawasan Jabal Magnet atau Magnetic Hill. Di lokasi ini, jamaah menyaksikan fenomena unik di mana kendaraan tampak bergerak menanjak tanpa mesin.
Selain memberikan penjelasan ilmiah mengenai ilusi optik akibat kontur alam, tim pendamping juga mengajak jamaah untuk bertafakur atas kebesaran ciptaan Allah SWT. Edukasi ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara nalar ilmiah dan kekaguman spiritual jamaah.
Siaga di Tengah Cuaca Ekstrem
Meski kegiatan berjalan tertib, Tim PHD mencatat tantangan berupa cuaca panas yang cukup ekstrem di Madinah. Menanggapi hal tersebut, tim kesehatan (TKHI) dan petugas lainnya terus bersiaga melakukan pemantauan kondisi fisik jamaah agar tetap prima.
"Antusiasme jamaah sangat tinggi. Kami memastikan pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari pengarahan sebelum berangkat hingga menjaga ketertiban selama di lokasi," tulis laporan resmi Tim PHD SOC 8.
Melalui ziarah edukatif ini, jamaah haji Kloter SOC 8 Kabupaten Brebes diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman fisik, tetapi juga peningkatan kualitas keimanan dan wawasan sebelum melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.