Selasa, 29/03/2011, 16:22:00
Temuan Kebocoran Direkomendasikan Untuk Evaluasi Kinerja PDAM
Zaenal Muttaqin

Ketua Pansus II DPRD Kota Tegal mendapat penjelasan dari pihak PDAB Jawa Tengah saat mengunjungi sumber mata air Kaligiri. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) – Sumber mata air Kaligiri di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, cukup melimpah. Namun kebutuhan air bersih di Kota Tegal sangat kurang, karena telah terjadi kebocoran air sebanyak 40 persen. Padahal debit sumber Kaligiri mencapai 267 liter lebih per detiknya, sehingga perlu diteliti kebocorannya.

Demikian Ketua Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, H Ahmad Satori SE, saat meninjau lokasi sumber mata air Kaligiri, Selasa 29 Maret 2011 siang. Menurutnya, peninjauan untuk cek langsung panel pipa jaringan transmisi dan distribusi pasokan air ke PDAM Kota Tegal,

"Kebutuhan air bersih di Kota Tegal sangat kurang, kami melakukan cek ke sumbernya langsung untuk mengetahui adanya kebocoran-kebocoran," ungkap Satori yang memimpin langsung peninjauan.

Dikatakan, dari peninjauan langsung itu diketahui kondisi air di sumber mata air Kaligiri cukup melimpah, tetapi selama ini telah terjadi kebocoran sebanyak 40 persen. Debit sumber Kaligiri juga mencapai 267 liter lebih per detiknya, sehingga perlu diteliti kebocorannya di mana.

"Untuk tahu kebocorannya, kita cek dari sumbernya berapa, kemudian sampai di reservoir Lebaksiu berapa, selanjutnya di Kota Tegal tinggal berapa," tutur Satori.

Temuan-temuan dari Pansus II ini nantinya akan direkomendasikan ke Pemkot Tegal, sebagai bahan evaluasi kinerja bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tegal. "Temuan kami nantinya akan jadi bahan evaluasi tentang kinerja PDAM Kota Tegal," ujar Satori.

Sementara itu, Staf Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jawa Tengah, Priyo yang menyertai kunjungan ke Kaligiri mengatakan, PDAB mengelola dua sumber mata air, yakni Kaligiri yang ada di Kecamatan Sirampog dengan debit air 267,83 liter per detik, dan sumber air

Muncanglarang yang ada di Jejeg, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, dengan debit 50 liter per detik. "Dua sumber itu kami kelola, kemudian disalurkan ke PDAM Brebes, PDAM Slawi dan PDAM Tegal," katanya.

Dari seluruh debit air itu, masing-masing PDAM mendapat jatah pasokan sebesar 23,50 persen untuk PDAM Brebes, 46,86 persen untuk PDAM Slawi dan 29,64 persen untuk PDAM Kota Tegal.

"PDAB hanya membagi sesuai prosentase ke PDAM yang ada di tiga daerah itu, yang selanjutnya dikelola dan disalurkan ke konsumen," tandas Priyo.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita