Senin, 16/02/2026, 21:30:51
Mengetuk Pintu Desa Taraban: Mengapa "Sowan" ke RT/RW Jadi Kunci Keberhasilan KKN?
OLEH: TIM KELOMPOK 16 KKN MAHASISWA UPB
.

MEMASUKI Desa Taraban di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kami menyadari bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar menjalankan program kerja yang telah disusun di atas kertas. Lebih dari itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah tentang bagaimana kita mampu melebur dan diterima oleh masyarakat setempat.

Hari ini, kami, yakni Kelompok 16 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes di Desa Taraban, mengambil langkah paling fundamental dalam memulai perjalanan di desa ini.

Kami para mahasiswa melakukan kunjungan atau "sowan" ke rumah para pengurus RT dan RW. Di tengah suasana Paguyangan yang hangat, kami berkeliling menyusuri gang-gang desa, untuk mengetuk pintu para tokoh masyarakat tersebut.

-Bukan Sekadar Formalitas

Bagi sebagian orang, kunjungan ke pengurus wilayah mungkin terdengar seperti urusan administrasi biasa. Namun bagi kami, ini adalah momen "kulo nuwun". Sowan merupakan bentuk penghormatan mahasiswa kepada mereka yang paling memahami seluk-beluk Desa Taraban.

Dari obrolan santai di teras rumah warga, kami mulai mendapatkan gambaran yang lebih jernih. Kami tidak lagi hanya melihat Taraban sebagai titik koordinat di peta, melainkan sebagai sebuah ekosistem sosial yang hidup. Keluhan, harapan, hingga potensi desa yang tidak terekam dalam data statistik, perlahan mulai terungkap melalui diskusi ringan ditemani segelas teh hangat.

-Belanja Masalah di Desa Taraban

Kunjungan ini menjadi ajang bagi kami untuk melakukan "belanja masalah". Saat berbincang dengan Bapak Suyanto, selaku Ketua RT 04, kami mendapatkan perspektif berharga mengenai kondisi warga secara langsung.

Beliau memaparkan bahwa salah satu tantangan krusial yang dihadapi warga saat ini adalah belum adanya sistem pengelolaan sampah yang terpadu. Akibat keterbatasan akses ini, masyarakat terpaksa mengambil jalan pintas dengan membuang sampah ke aliran sungai atau membakarnya di ruang terbuka.

Fakta lapangan ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi kami; bagaimana kehadiran mahasiswa KKN di Desa Taraban, bisa hadir memberikan edukasi atau solusi nyata terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan.

-Membangun Jembatan Kepercayaan

Hal yang paling berkesan dari kunjungan hari ini adalah keramahan warga Desa Taraban. Senyum dan sapaan yang kami terima menjadi energi tambahan bagi kelompok kami. Penerimaan yang baik dari para pemangku wilayah adalah "lampu hijau" bagi kami untuk mulai bergerak.

Kunjungan hari ini memberikan satu pelajaran penting: sebelum kita membangun fisik atau sistem di sebuah desa, kita harus terlebih dahulu membangun jembatan kepercayaan. Kami belajar bahwa di Desa Taraban, komunikasi adalah kunci, dan kerendahan hati adalah pembuka jalan bagi perubahan.

Perjalanan KKN kami di Desa Taraban baru saja dimulai. Dengan semangat silaturahmi yang telah dipupuk hari ini, kami berharap kehadiran kami di Paguyangan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban kuliah, tetapi memberikan dampak kecil yang berarti bagi masyarakat.

Tim Kelompok 16 KKN UPB di Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Ani Lestari (Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), Iwan Muzaki (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Fadillatul Umamah (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Saniatul Khoeriyah (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Bilqist Fatikhatul Safitri (Fakultas Sains dan Teknologi), Ahmad Faozi (Fakultas Sains dan Teknologi), Ilham Nur Fajar (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Rindang Cahya Kemilau (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Ivan Widodo (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita