PanturaNews (Brebes) – Wilayah Brebes Selatan, khususnya Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya, kini berada dalam bayang-bayang ancaman ekologis yang kian nyata.
Alih fungsi lahan yang tak terkendali di kawasan hulu disinyalir menjadi bom waktu yang siap meledak dalam bentuk bencana hidrometeorologi.
Isu krusial ini mengemuka dalam Simposium Daerah yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Brebes di Pendopo Bumiayu, Minggu (14/2/2026). Para aktivis mahasiswa dan pakar lingkungan memperingatkan bahwa tanpa langkah ekstrem dari pemerintah, "wajah" asri Brebes Selatan hanya akan tinggal kenangan.
Dalam forum tersebut, Plh Sekda Brebes Apriyanto Sudarmoko mengakui bahwa banjir dan tanah longsor yang kerap menghantam wilayah selatan bukan semata-mata faktor alam.
"Curah hujan memang tinggi, tapi alih fungsi lahan dan sedimentasi sungai adalah faktor manusia yang memperparah keadaan. Kita tidak bisa terus-menerus mengatasnamakan pembangunan jika akhirnya rakyat yang harus mengungsi karena banjir," tegas Apriyanto.
Data lapangan menunjukkan bahwa pembukaan lahan di area perbukitan untuk aktivitas ekonomi telah merusak sistem resapan air alami.
Dampaknya? Air hujan langsung meluncur ke pemukiman di Bumiayu tanpa hambatan, membawa material sedimen yang mendangkalkan sungai-sungai utama.
Ketua Panitia Simposium, Yusuf, menegaskan bahwa GMNI tidak akan tinggal diam melihat degradasi lingkungan di tanah kelahirannya.
Di usia Kabupaten Brebes yang menginjak 348 tahun, ia menuntut evaluasi total terhadap izin pemanfaatan ruang di wilayah selatan.
"Kami melihat ada ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi dikejar, tapi ekologi dikorbankan. GMNI ingin memastikan bahwa setiap jengkal pembangunan di Brebes Selatan harus lulus uji keberlanjutan. Jangan sampai kita mewariskan tanah yang rusak kepada anak cucu," ujar Yusuf.
Simposium ini menghadirkan narasumber kompeten seperti Rokib (DLH Jateng), Gatot Setia Nugroho (DLH Brebes), dan aktivis lingkungan Sirampog, Adi Gunawan. Ketiganya sepakat bahwa solusinya bukan sekadar menanam pohon secara seremonial.