Senin, 16/02/2026, 09:10:49
Dari Lantunan Yasin ke Jalinan Silaturahmi: Langkah Awal Mahasiswa KKN Menyatu di Pagojengan
OLEH: TIM KELOMPOK 12 KKN MAHASISWA UPB
.

MALAM itu, suara lantunan Surah Yasin menggema khidmat di rumah salah satu warga di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, wilayah Kadus Dua RT 08 RW 02.

Di antara barisan ibu-ibu yang duduk melingkar dengan mukena dan kitab Yasin di tangan, tampak wajah-wajah baru: mahasiswa KKN dari Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes yang ikut larut dalam doa dan kebersamaan.

Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan yasinan ini bukan sekadar memenuhi undangan. Lebih dari itu, inilah langkah awal mereka untuk benar-benar mengenal wilayah penugasan.

Sebab memahami masyarakat tidak cukup hanya dengan data demografis atau observasi siang hari kedekatan justru terbangun dari ruang-ruang sederhana seperti majelis yasinan.

Yasinan ibu-ibu di Kadus Dua bukan hanya tradisi keagamaan rutin, tetapi juga ruang silaturahmi yang hangat. Di sela-sela doa, terjalin obrolan ringan, berbagi cerita tentang keluarga, anak, hingga dinamika desa. Di sinilah mahasiswa mulai memetakan karakter sosial masyarakat siapa tokoh yang dituakan, bagaimana pola komunikasi warga, dan nilai-nilai apa yang dijunjung tinggi.

Secara opini, kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan seperti ini menunjukkan pendekatan sosial yang tepat. Pengabdian masyarakat tidak bisa dimulai dengan program besar tanpa terlebih dahulu membangun kepercayaan. Yasinan menjadi pintu masuk yang efektif lembut, inklusif, dan penuh nilai spiritual.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah pelajaran tentang kearifan lokal. Mereka belajar bahwa desa memiliki cara sendiri dalam merawat kebersamaan. Tradisi seperti yasinan bukan hanya ibadah, tetapi juga perekat sosial yang menjaga harmoni antar warga.

Sementara bagi ibu-ibu setempat, kehadiran mahasiswa membawa warna baru. Ada rasa diperhatikan, ada semangat bahwa generasi muda hadir dan ingin menyatu, bukan sekadar menjalankan program formalitas.

Langkah kecil mengikuti yasinan ini mungkin terlihat sederhana. Namun dari sinilah fondasi pengabdian dibangun dari doa bersama, dari duduk sejajar tanpa sekat, dari silaturahmi yang tulus. Di Desa Pagojengan, Mahasiswa KKN belajar bahwa untuk mengubah dan membangun, pertama-tama mereka harus mau menyatu.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita