SIAPA bilang usia senja tak bisa bergerak penuh semangat? Di halaman sederhana tempat Posyandu Lansia (Lanjut Usia) digelar, tawa dan gerakan senam justru menjadi bukti bahwa sehat bisa dirawat bersama.
Kegiatan Posyandu Lansia yang dilaksanakan sebulan sekali di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kembali menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat.
Sejak pagi, para lansia sudah berdatangan untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, berat badan, hingga konsultasi ringan.
Program dari bidang kesehatan masyarakat ini, menjadi agenda yang dinantikan karena memberikan manfaat nyata, sekaligus rasa aman bagi para orang tua lanjut usia. Antusiasme menunjukkan bahwa program kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan.
Di tengah keterbatasan akses dan biaya, pemeriksaan gratis menjadi solusi yang meringankan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Posyandu lansia pun berperan sebagai jembatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara kader kesehatan, perangkat desa, dan mahasiswa KKN mampu menciptakan dampak positif yang nyata. Lansia merasa diperhatikan, masyarakat merasa terbantu, dan mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam mengabdi.
Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, turut berperan aktif dalam membantu jalannya kegiatan. Mereka mendampingi proses administrasi, membantu pencatatan hasil pemeriksaan, hingga mengarahkan peserta selama kegiatan berlangsung.
Namun, ada satu peran tambahan yang menjadi sorotan: mahasiswa KKN UPB Kelompok 12 yang mengabdi di Desa Pegojengan, dipercaya menjadi instruktur senam lansia sebelum pemeriksaan dimulai.
Dengan penuh semangat dan percaya diri, mahasiswa memandu gerakan senam sederhana yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia. Gerakan peregangan ringan, latihan pernapasan, hingga koordinasi tangan dan kaki dilakukan bersama-sama.
Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi lebih hidup. Para lansia tampak bersemangat mengikuti setiap arahan, bahkan sesekali tersenyum dan tertawa ketika gerakan terasa unik dan menyenangkan.
Peran sebagai instruktur senam ini menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa KKN UPB. Mereka belajar bagaimana memimpin kegiatan, mengatur ritme gerakan, serta memastikan peserta tetap nyaman dan aman selama berolahraga.
Tidak hanya itu, mereka juga belajar bahwa pelayanan kesehatan bukan semata soal pemeriksaan medis, tetapi juga tentang membangun semangat hidup dan kebersamaan.
Menurut penulis, keterlibatan mahasiswa sebagai instruktur senam menunjukkan bahwa kontribusi generasi muda dalam bidang kesehatan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kehadiran mereka bukan hanya membantu secara teknis, tetapi juga membawa energi positif yang menular kepada para lansia.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuktikan bahwa Posyandu Lansia bukan sekadar rutinitas bulanan. Ia telah menjadi ruang interaksi sosial, tempat berbagi cerita, sekaligus sarana menjaga kebugaran bersama. Kolaborasi antara kader kesehatan, perangkat desa, dan mahasiswa KKN UPB menciptakan kegiatan yang lebih variatif dan bermakna.
Pada akhirnya, dari gerakan senam sederhana yang dipandu mahasiswa, lahir semangat kebersamaan lintas generasi. Lansia merasa diperhatikan dan dihargai, sementara mahasiswa mendapatkan pelajaran berharga tentang arti pengabdian.
Di situlah kesehatan dan kepedulian bertemu-dalam langkah kecil yang dilakukan bersama, namun berdampak besar bagi masyarakat.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
7
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).