PanturaNews (Brebes) – Lembaga Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) mengklaim mayoritas penduduk pribumi di Indonesia memiliki pertalian darah dengan Walisongo, para penyebar agama Islam di Nusantara.
Berdasarkan hasil penelitian manuskrip kuno, NAAT menyebut angka tersebut mencapai 60 persen dari total populasi.
Klaim tersebut disampaikan oleh Ketua DPP NAAT, KH R Syarif Ilzamuddin Sholeh Al-Jilani Al-Hasani, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) NAAT Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al Hasaniyah, Kedawon, Brebes, Minggu, 16 Februari 2026.
Data Manuskrip dan Garis Keturunan
Ilzamuddin menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut didasarkan pada validasi data induk nasab Walisongo hingga generasi ketujuh yang dimiliki lembaga tersebut.
"Setelah kami teliti, minimal 60 persen pribumi di Indonesia adalah keturunan Walisongo, baik dari garis laki-laki maupun perempuan," ujar Ilzamuddin.
Menurutnya, validitas penelitian ini diperkuat oleh kolaborasi dengan para ahli nasab (naqib) dari Pakistan dan Maroko. Penelusuran manuskrip kuno yang sezaman menunjukkan silsilah Walisongo bermuara pada Syekh Jumadil Kubro, yang kemudian tersambung hingga ke Sayidina Hasan dan Sayidina Husain, cucu Nabi Muhammad SAW.
Modal Sosial Indonesia Emas
Lebih lanjut, NAAT mendorong temuan ini sebagai instrumen pemersatu bangsa melalui slogan Setong Dereh atau Satu Darah. Ilzamuddin menilai kesadaran akan kesamaan silsilah ini merupakan modal sosial penting menuju visi Indonesia Emas.
"Dengan menciptakan isu satu darah, kita akan bersatu atas kesamaan keluarga," tegasnya.
Fondasi Moral dan Marwah Sejarah
Senada dengan itu, Ketua DPW NAAT Jawa Tengah, KH Nuridin Syamsudin, menyatakan bahwa penguatan nasab di era modern bukan sekadar urusan simbolis. Hal ini dipandang sebagai upaya menjaga kehormatan sejarah sekaligus menghidupkan kembali semangat dakwah para wali.
"Penguatan nasab adalah fondasi moral untuk menjaga marwah sejarah dan arah masa depan. Sejarah ulama Nusantara tidak boleh padam dan harus menjadi cahaya bagi generasi penerus," pungkas Nuridin.