...memahami secara langsung realitas pendidikan keagamaan di tingkat lingkungan masyarakat...
TAMAN Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dalam menghadapi keterbatasan tenaga pendidik dan padatnya aktivitas pengelola, pelaksanaan ujian madrasah sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Namun, suasana berbeda terlihat ketika Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes hadir dan ikut serta mengawasi jalannya Ujian.
Kehadiran para mahasiswa KKN UPB Kelompok 12 di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, bukan sekadar formalitas pengabdian, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di masyarakat.
Partisipasi mahasiswa KKN dalam pengawasan Ujian Madrasah TPQ ini, memberikan nilai tambah bagi proses evaluasi pembelajaran. Adanya pengawas tambahan, Ujian ini dapat berlangsung lebih tertib, kondusif, dan objektif.
Hal ini penting untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada para santri sejak usia dini, sekaligus menjaga kredibilitas lembaga pendidikan nonformal berbasis keagamaan.
Mahasiswa KKN yang ikut serta dalam menjalankan ini menjadi pengalaman lapangan yang berharga. Mereka tidak hanya belajar berinteraksi dengan anak-anak dan tenaga pendidik TPQ.
Tetapi mahasiswa juga memahami secara langsung realitas pendidikan keagamaan di tingkat lingkungan masyarakat. Pengalaman ini membentuk kepekaan sosial, serta kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum formal, melainkan juga soal nilai dan karakter.
Kehadiran Mahasiswa KKN dalam Ujian Madrasah TPQ ini, mencerminkan sinergi positif antara perguruan tinggi dan pendidikan non formal dalam suatu masyarakat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar dan kompleks.
Terkadang, membantu mengawasi Ujian pun dapat memberi dampak signifikan bagi kelancaran kegiatan, dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia akademik.
Meski demikian, kegiatan ini seharusnya menjadi langkah awal, bukan akhir. Mahasiswa KKN dapat mengembangkan perannya melalui pendampingan belajar, bimbingan membaca Al-Qur’an, atau motivasi pendidikan bagi santri.
Dengan begitu, kehadiran para mahasiswa ini di desa, tidak hanya terasa saat Ujian berlangsung, tetapi juga meninggalkan jejak positif yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, keterlibatan Mahasiswa KKN dalam mengawal Ujian Madrasah TPQ, mengingatkan kita bahwa pengabdian sejati lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
Ketika mahasiswa mau turun tangan, pendidikan keagamaan pun mendapat ruang untuk tumbuh lebih tertib, bermakna, bersinergi dan berkarakter dalam membangun komunikasi dalam masyarakat.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).