PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes menambah satu unit alat berat untuk mempercepat normalisasi sungai dan perbaikan tanggul pascabanjir di Kecamatan Bumiayu, Kamis, 29 Januari 2026.
Penambahan ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman banjir susulan akibat curah hujan yang masih tinggi.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan prioritas utama pemerintah daerah saat ini.
"Kami menambah satu unit alat berat agar proses penanganan dan antisipasi di Bumiayu lebih optimal," ujar Paramitha saat meninjau Desa Adisana.
Alat berat tambahan tersebut akan difokuskan untuk mengeruk sedimentasi, memperkuat tanggul, dan membuka alur air di titik-titik rawan luapan.
Sebelumnya, sejumlah alat berat telah dikerahkan, namun volume pekerjaan di lapangan memerlukan tambahan armada.
Dalam tinjauan lapangan di Dukuh Kalker, Desa Dukuhturi, Bupati mendapati dampak kerusakan yang signifikan akibat luapan Kali Keruh.
Tercatat sedikitnya tiga rumah hanyut, tiga rumah rusak berat, dan tiga lainnya dalam kondisi terancam. Puluhan warga kini terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Hadir mendampingi bupati dalam peninjauan tersebut Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Shintya Sandra Kusuma, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf. Sapto Broto, Kepala DPSDAPR Brebes Moh. Zudan Fanani, serta jajaran unsur pimpinan kecamatan setempat.
Saat ini, Pemkab Brebes terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan distribusi bantuan dan perbaikan infrastruktur berjalan efektif di seluruh titik terdampak.