Senin, 29/01/2024, 10:25:01
Peningkatan Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar dalam Kegiatan Pramuka
Oleh: Tia Melawati
--None--

PRAMUKA adalah kepanjangan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti kaum muda yang suka berkarya. Jayanti (2016: 21) menjelaskan, pramuka adalah anggota gerakan pramuka yang terdiri dari anggota muda yaitu peserta didik Siaga, Penggalang, Penegak dan Pendega.

Tingkatan dalam kepramukaan telah ditentukan oleh umur anggotanya seperti, kelompok umur 7-10 tahun disebut degan pramuka siaga. Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan pramuka penggalang. Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan pramuka penegak. Kelompok umur 21-25 tahun disebut dengan pramuka pendega.

Hasibuan (2000:193), mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan dan norma-norma yang berlaku. Kegiatan Pramuka telah lama dikenal sebagai salah satu program pendidikan non-formal yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan anak-anak.

Bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD), mengikuti kegiatan Pramuka memiliki manfaat yang tak terhingga dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan mereka. Di tengah dinamika zaman modern ini, Pramuka tetap relevan dan bahkan semakin penting untuk membantu anak-anak SD tumbuh menjadi individu yang berkompeten, berempati, dan berdaya.

Arikunto (2010: 123) menjelaskan bahwa disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada hatinya.

Naim (2012: 146) menjelaskan bahwa hadir di ruangan tepat pada waktunya merupakan salah satu bentuk kedisiplinan dalam konteks pembelajaran di sekolah. Cara mendisiplinkan anak berdasarkan penjelasan Naim (2012: 144) adalah dengan menggunakan tindakan dan ucapan.

Tindakan dilibatkan, baik dari siswa sendiri maupun orang lain yaitu guru/pembina Pramuka. Tindakan yang dilakukan sendiri oleh siswa berupa penerapan pembiasaan berangkat dan melaksanakan kegiatan tepat waktu. Sedangkan tindakan dari pembina Pramuka yaitu dengan memberikan contoh/teladan kepada siswa.

Tindakan lain penanaman disiplin waktu dalam pelaksanaan kegiatan dan tugas yaitu dengan pemberian batasan waktu kepada siswa untuk mengerjakan tugas atau kegiatan. Penanaman disiplin waktu melalui ucapan diterapkan dengan mengingatkan dan menasihati siswa Disiplin waktu diajarkan kepada siswa melalui pemberian nasihat dan peringatan untuk melaksanakan seluruh kegiatan Pramuka secara tepat waktu.

 Penanaman disiplin waktu untuk berangkat kegiatan Pramuka dilakukan pembina dengan mengingatkan siswa. Kegiatan apel dimanfaatkan pembina untuk mengingatkan dan menasihati siswa berangkat tepat waktu. Namun bagi siswa yang tidak disiplin dapat di kena kan sanksi baik berupa hukuman maupun teguran.

Peningkatan kedisiplinan siswa sekolah dasar bukan hanya tanggung jawab keluarga maupun sekolah saja. Wiyani (2013: 72) menjelaskan bahwa diperlukan hubungan baik antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam melaksanakan tanggung jawab pendidikan karakter bersama.

Beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler kepramuakaan pada dalam membentuk perilaku disiplin pada siswa sekolah dasar yaitu:

(1) Pembina pramuka jarang menghadiri kegiatan kepramukaan untuk memberikan Pengawasan kepada anggota kepramukaan dalam melaksanakan kegiatan Latihan pramuka, sehingga dapat menghambat Pembentukan perilaku disiplin anggota ekstrakurikuler kepramukaan.

(2) Kurangnya pendanaan dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan sehingga Menghambat proses pembentukan perilaku disiplin anggota ekstrakurikuler kepramukaan.

(3) Anggota kepramukaan belum disiplin dan jarang menghadiri kegiatan latihan rutin mingguan ekstrakurikuler kepramukaan. Masih terdapat beberapa anggota kepramukaan yang melanggar tata tertib peraturan sekolah.

(4) Orang tua tidak memberikan izin kepada anaknya untuk menjadi pengurus inti ekstrakurikuler kepramukaan.

Langkah awal meningkatkan disiplin sikap tertib dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di lingkungan sekolah dasar adalah dengan memberikan penjelasan dan aturan terkait sikap yang harus diterapkan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan kepramukaan siswa akan belajar dari pemahaman dan pengertian tentang nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka.

Pembina Memberikan penjelasan dan aturan kepada siswa dalam menanamkan sikap tertib, baik pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka secara umum maupun pada saat mengerjakan tugas Sikap tertib yang diajarkan diantaranya sikap tidak ramai serta melaksanakan kegiatan Pramuka dengan serius dan semangat.

Disiplin dalam pemakaian seragam juga ditanamkan oleh pembina dengan selalu mengingatkan dan menasihati siswa. Pembina mengajarkan disiplin dalam memakai seragam melalui pemberian penjelasan tentang kelengkapan seragam Pramuka beserta atributnya.

Adapun seragam Pramuka lengkap terdiri dari seragam coklat/baju Pramuka, topi atau baret, hasduk, kolong hasduk, ikat pinggang, tongkat Pramuka tali Pramuka, sepatu hitam, dan kaos kaki hitam. Pembina juga mengajarkan disiplin memakai seragam dengan selalu lengkap pada setiap pertemuan,

Lickona (2014: 87) menyatakan bahwa kebiasaan merupakan salah satu faktor pembentuk perilaku moral seseorang. Penerapan disiplin sikap juga dilakukan denganmemberlakukan hukuman kepada siswa Hukuman diberlakukan bagi siswa yang tidak menunjukkan disiplinnya dalam sikap tertib, rapi, dan patuh.

Hukuman yang diberikan kepada siswa berupa pemberian teguran, nasihat, serta sanksi untuk menghafalkan dan melafalkan Pancasila maupun dasa dharma Pramuka di depan teman-temannya.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita