BANYAK siswa sekolah dasar yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang cukup menantang. Kurangnya motivasi siswa dalam belajar juga dapat berdampak pada tingkat kesulitan yang tinggi tersebut, yang berakibat pada hasil belajar yang kurang ideal.
Guru berperan penting dalam membantu merancang kegiatan pembelajaran matematika yang menarik dan disukai siswa. Metode bermain merupakan salah satu teknik yang dapat diterapkan pada masalah ini. Kegiatan belajar mengajar matematika yang menggabungkan pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut.
Matematika merupakan ilmu penting dalam pendidikan. Matematika juga merupakan mata pelajaran utama di segala tingkatan pendidikan di Indonesia terutama di sekolah dasar. Matematika dapat ditemukan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Di kegiatan sehari-hari, siswa memerlukan matematika dalam kegiatan ekonomi serta pemecahan masalah yang berkaitan dengan perhitungan.
Oleh sebab itu, sedini mungkin siswa wajib mempelajari ilmu matematika. Matematika merupakan ilmu yang mendalami tentang mengembangkan cara berpikir yang sistematis karena konsep-konsep matematika berkaitan dengan tingkatan sebelum dan setelahnya. Matematika adalah ilmu yang abstrak, sehingga sering kali dianggap sebagai ilmu yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Terdapat 2 tujuan dari pembelajaran matematika di sekolah dasar, yaitu yang pertama adalah menyiapkan siswa untuk dapat memiliki keterampilan dalam menggunakan matematika, dan yang kedua adalah memberikan pembelajaran matematika yang melibatkan proses penalaran.
Penerapan matematika di bidang kehidupan yang luas, dapat menyebabkan kegiatan belajar matematika yang dilaksanakan di kelas menggunakan cara yang terbaik, sehingga saat belajar peserta didik mendapatkan ilmu yang optimal dan hasil maksimal akan didapatkan peserta didik.
Hal ini menimbulkan bermacam-macam upaya yang dilakukan guru untuk mencari sebuah cara agar peserta didik dapat memahami matematika dengan muda. Dengan demikian guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses pembelajaran matematika yang disampaikan dengan menggunakan metode dan strategi yang tepat serta sesuai untuk penyampaian materi pembelajaran yang akan diberikan. Selain itu, bagaimanapun, guru sering merasa kesulitan untuk menyajikan materi yang akan disajikan.
Saat peserta didik merasa kesulitan saat mempelajari matematika, mereka pastinya akan berkendala ketika melakukan proses pembelajaran, terutama pada sisi akademik mata pelajaran matematika. Peserta didik yang merasa kesulitan belajar, biasanya juga akan merasa kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang menyertakan simbol atau angka.
Menurut Krisdianto, kurangnya minat belajar yang dimiliki peserta didik dalam kegiatan pembelajaran adalah penyebab peserta didik mengalami kesulitan belajar matematika. Kegiatan belajar matematika biasanya bersifat tetap dan berulang-ulang sehingga peserta didik menjadi bosan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (Ananda & Wandini, 2022).
Penerapan metode bermain dalam kegiatan belajar matematika merupakan satu diantara beberapa solusinya. Matematika merupakan ilmu yang abstrak, sehingga diperlukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan serta berkesan bagi peserta didik.
Selain memudahkan dalam penyampaian materi, penggunaan metode bermain juga dapat memberikan peserta didik pembelajaran yang menyenangkan, bukan hanya kemampuan kognitif peserta didik yang meningkat, tetapi juga kemampuan motorik dan kemampuan berkomunikasi peserta didik juga ikut meningkat.
Metode permainan adalah bentuk metode belajar dimana dalam kegiatannya diselenggarakan secara menyenangkan agar dapat mencapai tujuan instruksional matemaika yaitu aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif . Permainan yang memiliki penerapan matematika di dalamnya dapat menambah keahlian, menanam konsep, penafsiran, penemuan, pemecahan permasalahan dan sebagainya.
Metode permainan sama seperti metode lainnya, membutuhkan perumusan target pembelajaran yang sistematis, penilaian tema atau subtema, detail proses pembelajaran, dan sebagainya. Permainan dapat menyajikan tema dan subtema yang terdapat pada kegiatan belajar matematika.
Penggunaan permainan pada kegiatan belajar matematika dapat membuat peserta didik merasa senang, sehingga timbullah motivasi belajar matematika pada diri peserta didik (Nanda Pramudya, 2018).
Secara umum proses belajar di sekolah dasar mengutamakan penggunaan permainan sambil peserta didik belajar. Metode bermain digunakan karena sesuai dengan kondisi pesera didik yang cenderung masih menyukai bermain dengan teman temannya.
Maka guru harus memanfaatkan hal ini untuk mendidik dengan metode bermain. Selain memudahkan untuk menjelaskan materi, metode ini dapat mengasah keterampilan yang dimiliki setiap peserta didik.
Adapun metode bermain yang dapat meningkatkan motivasi belajar yakni education games. Education games (permainan edukatif) merupakan permainan cukup menyenangkan serta merupakan permainan yang dapat mendidik.
Dalam buku yang berjudul “Efektivitas metode bermain dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar” oleh (Ismail, 2006). Buku ini membahas tentang tujuan permainan edukatif antara lain :
-1) Memberikan keterampilan kepada anak melalui kegiatan bermain sambil belajar, 2) Mendorong tumbuhnya daya pikir, kecerdasan,dan bahasa kreatif anak dengan tujuan menumbuhkan sikap, mentalitas, dan moral yang positif, 3) Menciptakan lingkungan bermain yang ramah yang merangsang rasa aman dan menyenangkan pada anak, 4) Meningkatkan potensi belajar anak.
Berdasarkan penjelasan mengenai permainan edukasi, maka pemainan edukasi adalah satu dari beberapa media pembelajaran yang memiliki teknik dalam kegiatan pembelajaran.
Penyampaian materi yang dibantu dengan media tersebut bertujuan agar proses interaksi komunikasi dalam kegiatan pembelajaran terjadi dengan benar atau dikatakan efektif dan efisien. Kegiatan pembelajaran dapat dikatakan efektif dan efisien apabila dapat merangsang pemikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran yang dilakukan.
Guru harus dapat menggunakan metode pengajaran yang paling efisien dan efektif, yaitu dengan penggunaan alat bantu visual ketika mengajarkan kepada peserta didik konsep-konsep abstrak dalam matematika.
Hal ini disebabkan karena sebagian peserta didik kesulitan memahami konsep pembelajaran tanpa bantuan dan karena sulitnya peserta didik memahami materi pelajaran hanya dengan membayangkan dan mendengarkan guru menjelaskannya secara individu, maka hasil belajar siswa di kelas matematika kurang optimal jika alat peraga tidak digunakan.
Dengan memasukkan media ke dalam kegiatan pembelajaran, seharusnya memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran, dan hasil belajar siswa dapat maksimal.
Pada saat ini metode pembelajaran bermain sudah diterapkan di berbagai sekolah dasar, tetapi belum sepenuhnya maksimal karena setiap siswa mempunyai daya tangkap masing-masing dalam pembelajaran terutama dalam belajar matematika.
Berdasarkan artikel diatas dapat di simpulkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena dapat membuka wawasan, menumbuhkan kecerdasan dan kreativitas, menumbuhkan daya kembang siswa, menumbuhkan sikap, dan menciptakan suasana yang damai.