Minggu, 25/09/2022, 16:02:38
Jangan Sampai Hilang, Fikri: Jaga dan Lestarikan Bahasa Daerah
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih.

PanturaNews (Tegal) - Program Bidang Bahasa Nasional untuk Melestarikan Bahasa Daerah yang beberapa diantaranya sudah hilang karena tidak digunakan, harus ada kepedulian dari berbagai pihak.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih dalam kesempatan melakukan Kunjungan Spesifik Perseorangan (Kunsfik) di Dapil Jawa Tengah IX pada Jumat-Minggu 23 - 25 September 2022.

“Bahasa daerah, diantaranya bahasa Tegal harus dilestarikan. Sekarang ini sudah ada beberapa bahasa daerah yang sudah hilang,” ujar Fikri usai memberi sambutan pada acara pernikahan.

Akad Muhammad Ibadurrahman dan Siti Halimah, warga Jalan Puter Gang Pitit No. 5  RT. 09 RW. 02 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal ini terbilang unik. Pasalnya akad pernikahan itu menggunakan bahasa Tegal.

Saat memberi sambutan, Politisi PKS dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota-Kab. Tegal, Kab. Brebes) ini pada acara pernikahan itu juga menggunakan bahasa daerah Tegal dengan fasih.

“Bahasa Tegal atau tegalan selama ini baik-baik saja. Tapi apakah anak-anak sekarang sudah berbahasa daerah dengan baik, atau paham? Namun saat ini bahasa Tegal sudah lebih bagus, jadi harus ada kepedulian dari berbagai pihak,” tutur Fikri.

Disampaikan Fikri, bahwa semua pihak harus ada kepedulian untuk melestarikan bahasa daerah. Contohnya, pada pernikahan warga Kelurahan Randugunting yang akad nikahnya menggunakan bahasa Tegal.

“Untuk mengangkat bahasa Tegal, diharapkan berbagai even-even di daerah juga menggunakan bahasa Tegal, sehingga akan semakin terbiasa digunakan,” pinta Fikri.

Bahasa daerah, lanjut Fikri, merupakan kekayaan budaya negeri ini. Sekarang ini, di era modern, ternyata yang baik adalah Negara-negara yang bias melestarikan kreatifitas dan inovasi budaya daerahnya.

“Kreatifitas budaya ini, sesungguhnya merupakan alat untuk memacu inovasi,” tegas Fikri.

Jadi, tambah Fikri, yang harus dilakukan untuk menjaga budaya daerah, yaitu; Gunakan bahasa Indonesia dengan baik, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita