Minggu, 25/09/2022, 14:45:52
Soal Guru Honorer, Komisi X Sudah Mengawal Ternyata Sistimnya Malah Berbeda
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih menjelaskan persoalan guru honorer. (Foto: Dok Tim)

PanturaNews (Tegal) - Perjuangan Komisi X DPR RI untuk meloloskan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah maksimal, tetapi Kementerian PAN-RB dan Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan dengan mengangkat 1 juta guru honoirer.

“Padahal sesuai Peraturan Pemerintah No. 48 tahun 2005, semua guru honorer   diangkat jadi PNS,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih ditemui di Tegal, Minggu 25 September 2022.

Menurut Politisi PKS dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota-Kab. Tegal, Kab. Brebes), nyatanya sampai sekarang persoalan guru honorer tidak selesai, malah sistimnya berbeda yakni melalui PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Saya bersama anggota Komisi X lainnya sudah mengawal, bahkan mengeluarkan sejumlah rekomondasi kepada pemerintah, tapi ternyata sistimnya malah berbeda yaitu dengan pengangkatan PPPK,” kata Fikri.

Dijelaskan, rencana pengangkatan 1 juta guru honorer menjadi guru PPPK  ternyata juga baru 293 ribu yang lulus, dan 193 ribu guru honorer yang sudah lolos passing grade sampai sekarang juga belum jelas. Sedangkan 400 ribu guru lainnya tidak lulus.

“Sebanyak 193 ribu guru honorer yang belun lolos PPPK, kebanyakan guru dari sekolah swasta. Padahal  konsekwensinya, kalau guru swasta mengikuti tes PPPK harus keluar dari tempat dia ngajar, karena dianggap tidak loyal,” terang Fikri.

Ditambahkan, ketika para guru ini menunggu proses lolos atau tidaknya dari tes PPPK, terpaksa ada yang jadi tukang ojeg atau usaha lainnya, padahal mereka sudah menyandang guru.   

“Kasihan kondisi guru-guru honorer yang sudah lebih sepuluh tahun mengabdi ini,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita