Salah satu korban selamat yang terhimpit gerbong kecelakaan kereta api berhasil dievakuasi petugas gabungan, Sabtu siang. (FT: Her Kundhimiarso)
PanturaNews (Pemalang) - Kecelakaan Kereta Api (KA) terjadi di perlintasan Stasiun KA Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu 02 Oktober 2010 sekitar pukul 03.00 WIB. Kecelakaan yang terjadi pada dinihari itu, mengakibatkan 33 korban tewas dan puluhan korban lainnya luka berat dan ringan.
Tabrakan maut terjadi antara KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Semarang dengan KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang. Saat kejadian, KA Senja Utama dengan masinis Sudarsono yang sedang berhenti tak jauh dari stasiun KA Petarukan, sacara tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh KA Argo Anggrek yang melaju dari arah yang sama dengan kecepatan penuh.
Akibatnya, gerbong ke 9 KA Senja Utama hancur, sedangkan gerbong ke 6 terbalik dan keluar dari rel. Benturan keras yang terjadi tak hanya mengakibatkan kedua badan KA mengalami rusak berat, namun puluhan penumpang menjadi korban. Tercatat, sedikitnya 33 penumpang tewas seketika sedangkan puluhan korban lainnya mengalami luka berat.
Kapolres Pemalang, AKBP Drs Sofyan Nugroho kepada PanturaNews, Sabtu 02 September 2010 siang, mengaku belum bisa memastikan jumlah korban dalam kecelakaan ini. "Jumlah dan identitas korban belum bisa kita identifikasi secara pasti," katanya.
Menurut Sofyan, korban kebanyakan adalah penumpang KA Senja Utama di gerbong paling belakang. Korban mengalami luka parah karena terjepit. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi terhadap para korban masih berlangsung.
Pasalnya, dimungkinkan masih akan ditemukan korban lainnya di tengah evakuasi yang terus dilakukan petugas terhadap kereta nahas itu. Puluhan korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke RS Santa Maria, RS Ashari, dan RS Islam Pemalang. Hanya saja, proses evakuasi mengalami kendala akibat keterbatasan peralatan petugas.
Seorang korban selamat yang juga warga Ungaran, Kabupaten Semarang, Rio Tamtomo (20), mengaku sedang tertidur saat terjadi kecelakaan. "Saya kaget karena sedang tertidur, sempat terpental ketika terjadi tabrakan," katanya. Para penumpang, tambah dia, langsung berhamburan keluar kereta untuk menyelamatkan diri.