Tim evakuasi masih mencari korban diantara gerbong KA Senja Utama yang terguling setelah ditabrak KA Argo Anggrek, Sabtu siang. (FT: Heru Kundhimiarso)
PanturaNews (Pemalang) – Tragis. Kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Semarang, menabrak KA Senja Utama bisnis yang sedang berhenti di Stasiun KA Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu 02 Oktober sekitar pukul 03.00 WIB.
Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi korban masih berlangsung. Korban tewas kecelakaan maut itu 33 orang, 10 orang luka berat dan 6 luka ringan. Sementara petugas kesulitan mengevakuasi dua korban tewas penumpang KA Senja Utama. Itu karena jasad korban berada di bawah kereta dengan posisi terhimpit gerbong.
Keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan, KA Senja Utama berhenti di Petarukan. Kereta itu menunggu KA Argo Anggrek melintas dari arah yang sama. Kereta ekesekutif mendapat prioritas jalur dibandingkan kereta kelas bisnis.
Saat akan mendahului KA Senja Utama di Stasiun KA Petarukan, KA Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Namun Argo Bromo yang melaju dalam kecepatan tinggi justru berada di jalur yang sama dengan Senja Utama. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Belum diketahui pasti mengapa dua kereta itu bisa berada di jalur yang sama.
Gerbong ke-9 KA Senja Utama hancur, sedangkan gerbong ke-6 terbalik dan keluar dari rel.
Para korban tewas dan luka langsung dilarikan ke RSUD Ashari Pemalang dan RS Santa Maria Pemalang. Kemungkinan jumlah korban akan bertambah, karena masih dilakukan pencarian.