Sentra Oleh-oleh Khas Brebes di Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Brebes selalu diburu pemudik Lebaran yang akan balik ke Jakarta. Inzet: Telur asin Brebes yang memiliki tekstur kesat dan memiliki rasa yang khas. (FT: Gaharu/Dok)
PanturaNews (Brebes) – Telur asin khas Kota Bawang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah masih menjadi idola para pemudik yang akan balik ke Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya. Pada arus balik Lebaran tahun 2010 ini, mendatangkan berkah bagi para penjual telur asin di Sentra Oleh-oleh khas Brebes di Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari.
Ani (35) seorang penjual telur asih, Senin 13 September 2010 menuturkan, selama arus balik
Lebaran, penjualan meningkat tajam. Dalam sehari rata-rata tokonya bisa melayani 1.000 butir telur. Padahal, saat kondisi normal tingkat penjualan rata-rata hanya 300 butir per hari. "Kalau musim mudik dan balik Lebaran, telur asin memang diburu pembeli. Bahkan, kami kerap kuwalahan memenuhi permintaan," katanya.
Sementara Tarjono (35), petugas parkir di Sentra Oleh-Oleh Telur Asin menuturkan, pemudik mulai ramai mendatangi toko penjual telur asin sejak hari pertama Lebaran. Dalam sehari, sekitar seribu kendaraan pemudik mampir membeli telur asin secara bergantian. "Kalau seperti ini sentra oleh-oleh selalu ramai pembeli. Mereka adalah pemudik yang akan balik ke Jakarta," ujarnya.
Menurutnya, jumlah toko yang berjualan telur asin di sentra oleh-oleh sekitar 50 unit. Lokasinya berjajar sepanjang 300 meter di sisi kanan dan kiri jalur pantura. "Selain penjual telur asin, kami juga ikut mendapatkan berkah, karena kendaraan yang parkir meningkat," akunya.
Nama telur asin mungkin sudah tidak asing bagi mereka yang sering melakukan perjalanan menggunakan kereta api ekonomi dan bisnis menuju ke jakarta atau sebaliknya. Makanan ini sering dijajakan oleh pedagang asongan yang berjualan di kereta api, dan banyak ditemui di berbagai kota. Mungkin tidak sedikit pula yang tahu bahwa telur asin yang mereka makan, berasal dari Kabupaten Brebes.
Proses membuat telur asin Brebes masih menggunakan cara yang sederhana. Sebelumnya dilakukan pemilihan telur yang baik yaitu telur tidak retak atau pecah dan bukan telur yang telah dibuahi (telur tetas). Telur bebek yang telah dipilih dan dibersihkan dilumuri dengan adonan tanah liat yang telah dicampuri dengan air, abu gosok, dan garam laut.
Telur yang sudah selesai dilapisi adonan tanah liat, dimasukkan ke dalam sebuah tempat atau peti untuk disimpan selama 14 hari. Setelah itu, lapisan tanah liat dibersihkan sampai tidak ada kotoran di pori-pori kerabang telur. Ada beberapa teknik pemasakan telur bebek asin yaitu direbus, dipanggang, dan dioven.
Perbedaan teknik pemasakan telur bebek asin mempengaruhi tekstur dan rasa. Telur bebek asin yang mengalami proses perebusan bertekstur basah dan berair. Telur bebek asin yang mengalami proses pemanggangan dan oven, memiliki tekstur kesat dan memiliki rasa yang khas. Keunggulan telur bebek asin yang dimasak melalui proses pengovenan, adalah lebih tahan lama dan kandungan nutrisi telur tetap terjaga.
Telur asin Brebes ini memiliki ciri khas yaitu gurih, rasa asin yang merata di sebuah bagian telur dan warna merah kecoklatan, pada kuning telur yang kaya Omega-3 dan protein. Sedikit berbeda dengan telur asin daerah-daerah lain. Harga jual telur asin di Brebes bervariasi antara Rp1.800 hingga Rp3.000 untuk telur yang direbus dan dioven atau dipanggang.