Ilustrasi
PanturaNews (Pemalang) - Masih adanya jamban di pinggir sungai tengah kota, yakni di Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Terngah, membuat Bupati Pemalang, H. Junaedi, SH, MM menegur Kepala Kelurahan Mulyoharjo. Hal itu disampaikan langsung oleh bupati di sela-sela peresmian Musholla Nurul Iman di Mulyoharjo beberapa waktu lalu.
“Tidak sepantasnya kelurahan yang terletak di jantung kota masih terlihat sederetan jamban yang menjadi hiasan di pinggir-pinggir sungai. Itu akan menggangu pemandangan bagi yang melihatnya,” kata bupati.
Menurut bupati, sebagai kelurahan satu-satunya yang berada di tengah kota, lurahnya harus bisa menata warganya agar bisa tertib, termasuk dalam hal buang air besar. "Dengan pemandangan yang sempat saya lihat, ngko tak garape lurahe (nanti akan saya kerjain lurahnya-red)," ujat bupati.
Melihat kenyataan seperti itu, bupati siap untuk membuatkan jamban yang diperuntukan bagi warga kurang mampu, agar tidak terlihat lagi kapal-kapal tengker yang berada di pinggir sungai. Berkaitan dengan itu, bupati meminta kepada Lurah Mulyoharjo untuk menyediakan lokasi untuk pembuatan jamban keluarga.
Sementara Kepala Kelurahan Mulyoharjo, Kasmali yang ditemui secara terpisah, Rabu 16 Januari 2013 sore, mengatakan apa yang disampaikan bupati merupakan salah satu tujuan untuk mewujudkan program pemerintah menuju Kabupaten Pemalang yang sehat, cerdas, berdaya saing dan berakhlaqul karimah, terutama pada point sehat.
Oleh karena itu, kata Kasmali, bersama ketua RW pihaknya akan meneruskan saran dan anjuran bupati melalui bidang asset, agar mengijinkan tanah Pemkab yang berada di Dukuh Pegatungan untuk dibuat jamban keluarga dan lapangan olahraga. Semua itu tentunya atas izin dan rekomedasi bupati, sehingga nantinya tidak ada lagi warga yang secara liar buang hajat di sungai dekat rumahnya.