Senin, 28/02/2011, 20:33:00
Tanah Longsor, Jalur Banjarharjo-Salem Putus
KN-Kuntoro

Jalur Banjarharjo-Salem di Desa Bandungsari putus akibat tertimbun tanah longsor. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Ratusan warga dari tiga pedukuhan di Desa Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terisolir menyusul putusnya jalur Banjarharjo-Salem akibat tertimbun tanah longsor, Sabtu 26 Februari 2011 malam. Tiga pedukuhan itu yakni, Dukuh Badodon, Kebonan dan Jumbleng.

Hingga Senin 28 Februari 2011, jalur yang masuk jalan provinsi itu masih terputus. Aktivitas perekonomian di tiga pedukuhan tersebut lumpuh total. Sejumlah warga bersama TNI, Polri dan Pemkab Brebes masih melakukan upaya membuka jalan yang tertimbun longsoran. Bahkan, Bina

Marga Jawa Tengah juga mendatangkan alat berat untuk menyingkirkan timbunan tanah.

Jalur utama penghubung Kecamatan Banjarharjo menuju Kecamatan Salem terputus sejak Sabtu malam. Itu terjadi akibat jalan di ruas Desa Bandungsari Kecamatan Banjarharjo tertimbun tanah longsor tebing bukit yang ada disisi jalan longsor, setelah daerah itu diguyur hujan deras selama beberapa jam.

Camat Banjarharjo, Mar'udi SSos mengatakan, hingga kini jalur masih terputus. Transportasi warga juga masih lumpuh total. Sedikitnya 600 jiwa di tiga pedukuhan yang terisolir akibat putusnya jalan tersebut. Jalur itu yang selama ini mereka lalui untuk melakukan aktivitas perekonomian.

"Jalan masih terputus. Ini menyebabkan roda perekonomian menjadi lumpuh total, terutama warga di tiga pedukuhan itu," jelas Mar’udi.

Ketua Pelaksana Harian (Kalahar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Drs HM Supriyono mengatakan, hingga kini upaya membuka jalan terus dilakukan Pemkab, Bina Marga Provinsi, Perhutani, warga serta instanis terkait. Bina Marga juga telah

mengirimkan alat berat untuk mempercepat penanggulangan. "Sampai sekarang memang belum bisa dilalui, kami masih terus berupaya membuka jalan," katanya.

Dia menjelaskan, jalan putus akibat bukit setinggi sekitar 35 meter longsor. Bongkahan tanah bukit sepanjang 50 meter menimbun badan jalan. Akibatnya, jalan tertutup tanah sepanjang sekitar 100 meter dengan ketebalan sekitar 5 meter.

"Melihat kondisi di lapangan, longsor susulan dimungkinkan bisa terjadi bila hujan deras terus turun. Sebab, saat ini masih ada bongkahan tanah bukit yang rawan longsor," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Bina Marga Jateng dan Perhutani guna melakukan upaya penanganan darurat. Itu dilakukan untuk mengantisipasi jalan yang tertutup longsor. Sebab, peristiwa itu merupakan kali kedua yang terjadi dalam sebulan terakhir. Sementara, masyarakat sendiri meminta agar jalan di ruas itu dipindah. Permintaan itu dinilai sangat logis dengan kondisi di lapangan saat ini.

"Kami berharap pemerintah provinsi juga bisa mengambil langkah untuk menangani bencana alam ini," tambah Supriyono.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita