PanturaNews (Tegal) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Seni dan Budaya (KSB) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal menggelar pementasan teater bertajuk "Wek-Wek" karya Iwan Simatupang di Auditorium Universitas Pancasakti, Rabu malam (29/4).
Pertunjukan bergenre komedi satire ini diselenggarakan sebagai bagian dari agenda Studi Pentas bagi anggota organisasi tersebut.
Lakon "Wek-Wek" mengangkat kisah Pincuk, seorang penggembala bebek yang terjebak fitnah pencurian milik majikannya sendiri.
Dalam alur ceritanya, Pincuk dipaksa berhadapan dengan otoritas desa dan didampingi oleh Bawon, seorang pengacara jalanan atau pokrol bambu yang penuh kelicikan.
Ketua UKM KSB, Lintang Ega Ramadani, menjelaskan bahwa pemilihan naskah ini didasarkan pada relevansi isu yang diangkat dengan kondisi sosial saat ini.
Meski naskah aslinya sudah berusia puluhan tahun, pesan mengenai birokrasi dan ketidakadilan hukum dinilai masih sangat kuat.
"Kami memilih naskah karya maestro Iwan Simatupang ini karena mampu mempresentasikan keresahan masyarakat saat ini. Isu mengenai penindasan rakyat kecil, birokrasi yang berbelit, dan permainan hukum di dalamnya masih sangat relevan untuk diangkat ke atas panggung," ujar Lintang.
Lintang menambahkan bahwa melalui dialog jenaka namun tajam, pementasan ini berupaya menyampaikan kritik sosial mengenai bagaimana kekuasaan seringkali dipermainkan oleh pihak-pihak tertentu.
Menurutnya, panggung teater ini menjadi refleksi dari realitas politik dan sosial di kehidupan nyata.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pementasan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini mendapatkan respons cukup tinggi dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Pihak panitia mencatat adanya lonjakan penonton yang memenuhi area auditorium melebihi prediksi awal mereka.
Pementasan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengembangan kreativitas mahasiswa secara internal, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat Tegal, khususnya lingkungan akademisi, untuk menikmati karya seni yang membawa pesan kritis dan berbobot.