...membuka mata bahwa keberadaan TPQ dan para pengelolanya adalah aset berharga bagi masyarakat...
KUNJUNGAN silaturahmi ini bukan hanya sekedar kunjungan biasanya. Malam itu tak sekadar menjadi waktu berkunjung, tetapi menjadi awal pertemuan penuh makna antara mahasiswa KKN UPB dan pengurus TPQ yang selama ini setia menjaga cahaya Al-Qur’an di desa.
Malam yang tenang, langkah para mahasiswa, ketika menuju tempat TPQ menjadi suatu momen awal yang begitu terasa khidmat, serta disambut dengan penuh hangat dan perbincangan yang begitu bermakna bukan sekedar wejangan biasa.
Bukan kebetulan, malam itu menjadi saksi pertemuan sederhana namun penuh makna antara Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) KKN Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes, dan seorang Ustadz pengurus TPQ yang telah lama mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Al-Qur’an anak-anak di desa.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal KKN. Akan tetapi dari kegiatan itu merupakan silaturahmi ini menjadi ruang belajar yang nyata belajar tentang keikhlasan, pengabdian, dan arti menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Mahasiswa KKN UPB datang dengan niat mempererat hubungan dan mengenal lebih dekat peran TPQ sebagai salah satu pilar pendidikan nonformal di desa. Pak Ustadz selaku pengurus TPQ ini yang menyambut hangat dan sangat terbuka akan hal yang ada dalam TPQ ini menjadi sebuah gambaran seseorang yang begitu merangkul dan menghargai kami yang masih mahasiswa yang belajar untuk adaptasi di desa.
Dengan senyum yang mencerminkan ketulusan seorang pendidik yang tak pernah lelah menanamkan akhlak, dan ilmu agama kepada generasi muda sebagai cerminan Mahasiswa KKN sebagai pendatang baru.
Perbincangan yang mengalir di dalamnya begitu mengalir dan santai, pak Ustadz berbagi cerita tentang perjalanan panjang mengelola TPQ. Mulai dari keterbatasan sarana, tantangan mendampingi anak-anak belajar mengaji, hingga harapan besar agar TPQ tetap hidup dan berkembang. Cerita-cerita itu menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal membangun manusia dan moralnya.
Melalui kunjungan silaturahmi ini sebagai Mahasiswa KKN UPB, merupakan pintu masuk untuk peluang membuka mata bahwa keberadaan TPQ dan para pengelolanya adalah aset berharga bagi masyarakat. Silaturahmi ini menjadi jembatan kolaborasi antara dunia akademik dan kearifan lokal yang sama-sama memiliki tujuan membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.
Opini ini berpijak pada satu hal penting, kegiatan KKN akan terasa lebih bermakna ketika mahasiswa tidak hanya datang dan menjalankan program, akan tetapi juga hadir untuk mendengar, belajar, dan menghargai peran tokoh-tokoh lokal seperti pengurus TPQ.
Dari pertemuan sederhana inilah, nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian tumbuh. Silaturahmi KKN UPB dengan Pak Ustadz pengurus TPQ, membuktikan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil dari obrolan hangat, niat baik, dan kepedulian yang tulus.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).