Arus balik Lebaran pada H+6 di jalur tengah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes masih dipadat. (FT: Kuntoro/Dok)
PanturaNews (Brebes) – Arus balik Lebaran pada H+6, jalur tengah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang selama ini menjadi jalur alternatif justru menjadi jalur utama para pemudik dari wilayah selatan (Purwokerto), masih dipadati kendaraan pemudik.
Ratusan mobil pribadi dan sepeda motor dari Purwokerto yang masuk melewati Klonengan, Margasari, Kabupaten Tegal hingga Ketangungan, Pejagan, Kabupaten Brebes, merayap dengan kecepatan dibawah 20 kilometer per jam. Kepadatan yang terjadi pada Kamis 16 September 2010 pagi hingga sore, membuat antrian hingga lima kilometer.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain karena diakibatkan adanya perlintasan kereta api (KA) di ujung Jalan Ahmad Yani Ketanggungan dan volume kendaraan yang besar, kepadatan juga disebabkan penyempitan bahu jalan di jembatan Babakan yang terletak di Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan.
Kapolres Brebes, AKBP Beno Louhanapessy SIK melalui Kasatlantas Polres Brebes, AKP Matrius SIK mengatakan, arus kendaraan yang lambat, padat dan merayap disebabkan karena jadwal kereta api mengalami peningkatan
“Jadwal KA yang melintas di wilayah selatan tercatat peningkatannya mencapai 70 kali melintas. Hari biasa hanya 22 kali melintas selama 24 jam. Setiap penutupan perlintasan membutuhkan waktu 15 menit. Otomatis palang pintu kereta api akan buka tutup setiap 20 menit sekali, itu salah satu faktor yang menyebabkan laju kendaraan sedikit terhambat,” jelas Matrius saat dihubungi via telepon, Kamis 16 September 2010 pukul 14.00 WIB.
Ditambahkan, kondisi jalan bergelombang di wilayah pantura tengah dan selatan, tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat. Berdasarkan data Satlantas Polres Brebes, jumlah kendaraan yang melintas di H+1 berjumlah 30.531 kendaraan, H+2 naik 123 persen hingga berjumlah 68.110 kendaraan, H+3 naik 131 persen hingga berjumlah 157.435 kendaraan, H+4 naik 37 persen hingga berjumlah 205.167 dan untuk H+5 kemarin naik 26 persen hingga berjumlah 258.177 kendaraan.