Prof Dr Haryono Umar MSc Akt CA saat berbicara dalam Seminar Kepemudaan di Kampus UPB (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011, Prof Dr Haryono Umar MSc Akt CA berpesan pada generasi muda, untuk memeberantas korupsi jangan bersahabat dengan para koruptor. Berteman dengan koruptor maka bisa diperiksa sebagai saksi dan saksi bisa menjadi tersangka.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Kepemudaan dengan tema 'Revitalisasi Peran Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi' yang digelar dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dan Dies Natalis Dewan Mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 29 Oktober 2016.
"Jangan bersahabat dengan pelaku kejahatan, terutama koruptor kalau sekedar tahu ga apa-apa, tapi kalau kenal bisa diperiksa sebagai saksi," ujarnya.
Menurutnya, pemuda juga jangan diam saja dan membiarkan terjadinya korupsi, harus melawan dan memerangi penyakit korupsi. Melawan korupsi diawali dari diri sendiri dengan tetap menjaga karakter yang baik dan tidak mudah tergoda.
"Terutama yang laki-laki, karena biasanya laki-laki itu mudah tergoda berbeda dengan perempuan, bandinganya satu banding tujuh. Artinya, kalau perempuan tujuh kali digoda baru terjerumus, tapi kalau laki-laki sekali digoda bisa terjerumus," terang Haryono.
Haryono juga mengkritisi masalah penegakkan hukum bagi para koruptor, jika di luar negeri koruptur ditembak mati, digantung atau dipotong lehernya. Sementara hukum Indonesia koruptor dipotong masa tahanannya.
"Di Malaysia koruptor digantung, di Jerman dipenjara seumur hidup, tapi di Indonesia boleh keluar penjara dan dipotong masa tahanannya," ungkap penulis buku berjudul 'Corruption the Devil' ini.
Ditambahkan, pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara preventif dengan perbaikan sisten dan pengawasan, juga secara repesif dengan adanya peran dari masyarakat serta edukatif melalui pendidikan yang baik.
"Ini para pemudi mahasiswi nanti juga harus melawan korupsi, jangan sudi jadi istrinya koruptor," tegas Haryono.
Seminar yang digelar di halaman Kampus UPB dengan pembicara tunggal itu dimoderatori oleh Winarto MPd, dosen di UPB. Ratusan mashasiswa UPB dan beberapa dosen serta lainnya nampak antusias mengikuti kegiatan seminar tersebut.