Sejumlah pelajar yang terjaring razia di mall, sedang didata petugas Kesbanglinmas. (FT: Riyanto Jaueng)
PanturaNews (Tegal) – Sebanyak 37 pelajar terjaring dalam razia yang digelar tim gabungan satpol PP, Polresta Tegal, Dinas Pendidikan, Kesatuan BangsaPolitik Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kota Tegal, Kamis 22 April 2010 pukul 10.00 WIB siang. Sebelumnya, 21 pelajar juga terjaring dalam razia yang digelar, Rabu 21 April 2010 kemarin.
Kordinator razia, seksi Perlindungan Masyarakat Kesbangpolinmas Kota Tegal, Soni Sontani SH mengatakan, pelajar yang dirazia adalah mereka yang berada di luar sekolah saat jam belajar. Mereka dijaring saat nongkrong di Mall, tempat Biliar, warnet, games on line dan bermain Play Station (PS).
“Yang kami razia adalah pelajar yang masih menggunakan seragam sekolah dan berada di luar saat jam belajar masih berlangsung. Semestinya, jika mereka sedang bebas pelajaran, bermain di tempat hiburan tidak menggunakan seragam sekolah. Mereka kan bisa pulang dulu untuk ganti pakaian bebas,” kata Soni.
Lebih jauh kata Soni, pelajar yang terjaring razia selanjutnya mendapat pembinaan singkat dari Polresta dan Kesbangpolinmas. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Sebagai konsekuensi moral, para pelajar itu diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.
“Jika telah membuat surat pernyataan, kemudian terjaring razia lagi, kami akan menyurati kepala sekolah dan orang tuanya, untuk diberi pengarahan. Rata-rata pelajar yang terjaring razia mengaku sudah pulang sekolah karena bebas pelajaran,” jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya akan rutin menggelar razia guna meminimalisir tindak kejahatan yang diperbuat pelajar dan mengantisipasi terjadinya tawuran antar pelajat, seperti yang terjadi di kota-kota besar.
Pasalnya, marak aktifitas pelajar di luar sekolah malah sering menimbulkan kekacauan lingkungan. Hal itu bisa terjadi karena adanya benturan atau gesekan pelajar antar sekolah. “Pokoknya kami tidak ingin di Kota Tegal terjadi keributan antar pelajar. Untuk itu kami akan fokus merazia pelajar, terutama yang kedapatan kluyuran saat jam belajar,” tandas Soni.