Senin, 16/03/2020, 21:41:02
Pemerintah Segera Perintahkan Seluruh RS Tambah Ruang Isolasi
LAPORAN SL. GAHARU & NINO MOEBI

Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani

PanturaNews (Tegal) - Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, M.Si minta agar pemerintah segera perintahkan rumah sakit (RS), baik RS pemerintah maupun swasta, untuk menambah ruang isolasi.

“Pemerintah juga harus segera memerintahkan Kepala Daerah untuk menyiapkan gedung atau ruangan darurat, untuk menampung jika rmah sakit swasta tidak cukup juga untuk menampung para pasien Covid-19 atau virus Corona,” ujar Dewi Aryani melalui pers releasenya, Senin 16 Maret 2020 malam.

Menurut politisi dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini, melihat perkembangan penyebaran virus Corona saat ini, dimana di semua daerah keberadaan pasien suspect corona makin meningkat jumlahnya, pemerintah harus mengambil langkah cepat dan tepat.

Hari ini, kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr, bahkan ada pasien suspect corona di rumah sakit Medistra Jakarta sudah 24 jam lebih belum mendapat jatah ruang rawat isolasi. Di RS rujukan di Jakarta yangg jumlahnya ada 8, dan terpaksa masih di rawat di ruang isolasi RS Medistra Jakarta. Jangan sampai keteledoran ini menyebabkan pasien tidak terisolasi sesuai prosedur, dan berpotensi menyebarkan virus lebih luas lagi.

“Keluhan serupa juga datang dari berbagai daerah, dan mengkhawatirkan jika pasien makin bertambah, RS rujukan yang ada saat ini tidak dapat menampung pasien,” ungkap Dewi Aryani.

Ditegaskan Dewi Aryani, segera mungkin pemerintah memerintahkan kepala daerah untuk menyiapkan gedung atau ruangan darurat untuk menampung jika RS swasta tidak cukup menampung para pasien. Ini belum puncaknya, bagaimana nanti jika puncak penyebaran terjadi.

“Bahkan saya baru saja mendengar kabar ada nahkoda kapal dari Desa Karangwuluh Kabupaten Tegal, meninggal di China dan sampai sekarang jenasahnya belum sampai ke tanah air. Ini bagaimana cara pemerintah menanggulangi kasus seperti ini?,” papar Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita