Selasa, 21/07/2026, 22:28:35
Dua Bulan Krisis Air Bersih di Pemalang, 93 Ribu KK Kekeringan, Warga Terpaksa Beli Air Tangki
.

PanturaNews (Pemalang) - Musim kemarau panjang melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. 

Krisis air bersih yang terjadi dalam dua hingga tiga bulan terakhir kian memprihatinkan dan meluas ke sejumlah wilayah.

Salah satu wilayah terdampak parah adalah Kecamatan Pulosari, khususnya di Desa Pulosari. Nihilnya sumber air alami serta belum berfungsinya jaringan air bersih memaksa warga merogoh kocek amat dalam demi memenuhi kebutuhan dasar harian.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga terpaksa membeli air bersih pasokan tangki berkapasitas 6.500 liter seharga Rp250.000 per tangki. Dalam sebulan, beban ekonomi warga pun membengkak hanya demi mendapatkan air.

"Biasanya satu tangki cukup dua minggu. Jadi di satu bulan itu bisa habis Rp500.000 cuma buat beli air. Ini terjadi setiap tahun jika musim kemarau," ujar Neneng, salah satu warga Desa Pulosari, kepada awak media, Selasa 21 Juli 2026.

Padahal di hari biasa atau saat musim penghujan, sebagian besar warga hanya mengandalkan air hujan yang ditampung sebagai cadangan kebutuhan harian.

Meringankan beban masyarakat, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter ke Dusun Dukuh Tumbu.

Koordinator Tim MDMC PDM Pemalang, Dedi Kuntoro, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan distribusi tahap kedua pada tahun ini sekaligus bagian dari program rutin yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.

"Jumlah yang kita dropping hari ini ada 8.000 liter air. Distribusi air bersih akan terus dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau," terang Dedi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mencatat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang ketimbang dua tahun sebelumnya. Dampaknya, sekitar 93 ribu Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tujuh kecamatan kini terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, memperkirakan puncak musim kemarau di wilayahnya baru akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

"Yang terdampak kurang lebih 93.000 warga dari tujuh kecamatan," kata Agus.

Untuk menanggulangi krisis ini, BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Air Minum (PDAM), dan jajaran relawan rutin menyalurkan hampir 100 ribu liter air bersih setiap harinya ke lokasi terdampak. Warga juga diimbau untuk lebih bijak dan menghemat penggunaan air selama masa darurat kekeringan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita