Selasa, 21/07/2026, 21:55:31
Hutan Pinus Perhutani Brebes Dilalap Si Jago Merah, Begini Kronologinya
.

PanturaNews (Brebes) — Kawasan hutan pinus milik Perhutani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilalap si jago merah pada Senin (20/7/2026). 

Kobaran api menghanguskan sedikitnya empat hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Peristiwa kebakaran ini menimpa Petak 39Q Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cipanas, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga setempat yang sedang melintas di area hutan pada Senin pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Warga dikejutkan oleh gumpalan asap tebal yang membumbung tinggi disertai kobaran api yang berasal dari area bekas penebangan hutan.

Banyaknya material kering di lokasi seperti tunggak, ranting, dan sisa kayu, membuat api dengan sangat cepat merambat ke semak belakangan, rumput liar, hingga melahap pohon-pohon pinus di sekitarnya.

Melihat kobaran api yang mulai membesar, warga setempat berinisiatif melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya. Namun, cuaca yang sangat panas dan terik di tengah musim kemarau membuat kobaran api sulit dikendalikan dan justru semakin meluas.

Sadar akan bahaya yang mengintai, karyawan Perhutani, Slamet Mujiono, langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Paguyangan sekitar pukul 13.00 WIB untuk meminta bantuan pemadaman berskala besar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, Perhutani, kepolisian, serta warga setempat langsung bergerak ke lokasi.

Petugas menyuplai air ke berbagai titik kritis untuk mengisolasi kobaran api agar tidak semakin meluas ke kawasan pemukiman atau area hutan lainnya. Setelah berjam-jam berjibaku di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kapolsek Paguyangan, AKP Tasudin, mengungkapkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini, meski kerusakan lahan diperkirakan mencapai lebih dari empat hektare.

"Saat ini kondisi lokasi kebakaran sudah aman dan terkendali. Namun, penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa pelapor dan beberapa saksi di lapangan," ujar AKP Tasudin kepada awak media, Selasa 21 Juli 2026.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada selama musim kemarau, terutama dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita