Rabu, 29/04/2026, 14:50:59
Pentingnya Digitalisasi, Kemendikdasmen RI Bersama Komisi X DPR RI Gelar Workshop Pendidikan
Digitalisasi
LAPORAN JOHARI

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih (tengah).

PanturaNews (Tegal) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) bersama Komisi X DPR RI menggelar Workshop Pendidikan dengan tema 'Implementasi Digitalisasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar' di Hotel Kotta Go, Kota Tegal, Rabu 29 April 2026.

Dihadiri Widyaprada Ahli Utama, Pembina Tim Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) Abdul Halim, Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Dewi Umaroh, serta ratusan guru dan kepala sekolah di Kota Tegal.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengatakan perubahan paradigma pembelajaran bergeser dari model konvensional yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Fokus utamanya adalah pengembangan kompetensi, karakter, dan kreativitas melalui pembelajaran kontekstual, aktif, dan memanfaatkan teknologi digital, serta mengubah guru dari pengajar menjadi fasilitator.

"Kemajuan teknologi membuka aksesibilitas informasi yang luas, fleksibilitas pembelajaran, dan peluang inovasi metode pengajaran. Teknologi memungkinkan materi pembelajaran diakses dari mana saja, meningkatkan interaksi interaktif, serta mempersonalisasi pendidikan sesuai kebutuhan siswa,” ujar Fikri Faqih.

Menurutnya, transformasi ruang belajar berfokus pada penciptaan lingkungan fisik dan digital yang fleksibel, kolaboratif, dan interaktif, menggantikan metode konvensional. Tren ini mencakup penggunaan teknologi, desain kelas yang mudah diubah untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas.

Sedangkan ekosistem belajar fleksibel tanpa batas adalah pendekatan pendidikan modern yang memanfaatkan teknologi digital untuk membebaskan proses belajar dari kendala ruang, waktu, dan usia. Pendekatan ini mengintegrasikan lingkungan fisik dan virtual, memungkinkan akses pendidikan yang inklusif, mandiri, dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Namun demikian, siswa dituntut untuk memilah informasi, mengecek kebenaran sumber dan tidak mudah percaya pada konten viral tanpa verifikasi,” terang Fikri.

Selain itu, melalui Workshop Pendidikan untuk memperkenalkan siswa teknologi sejak dini, memastikan siswa memiliki ketrampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Transformasi digital dalam pendidikan berbasis teknologi, literasi digital, dan sarana interaktif merupakan pondasi wajib untuk mencetak generasi unggul yang kompetitif menuju jembatan industri digital.

"Yang menjadi realita dan tantangan saat ini adalah tidak semua siswa memiliki akses teknologi ketiadaan akses internet, komputer. Oleh karenanya pemerintah perlu meningkatkan kualitas internet dan penyediaan komputer, terutama di daerah tertinggal, serta kerjasama kolaborasi untuk menyediakan perangkat yang lebih terjangkau,” ungkap Fikri.

Sementara, Widyaprada Ahli Utama, Pembina Tim Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SD Kemendikdasmen RI, Abdul Halim mengatakan kegiatan Workshop Pendidikan ini untuk menguatkan proses pembelajaran sekaligus membantu menyebarluaskan informasi yang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam adaptasi kurikulum dan teknologi yang berfokus pada pendekatan pembelajaran dalam integrasi teknologi, dan peningkatan profesionalisme pendidik.

“Jadi workshop pendidikan ini fokus pada pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, aktif dan menyenangkan. Bukan hanya hafalan, serta menyebarkan informasi mengenai kebijakan pendidikan terbaru dari pusat ke daerah,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh mengatakan kegiatan Workshop Pendidikan ini sangat penting untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik. Menurutnya, Di era digital sekarang, guru dituntut adaptif dan melek teknologi untuk menciptakan pembelajaran interaktif, efektif dan menyenangkan. Bukan lagi sekadar penyampai informasi, melainkan sebagai fasilitator dan motivator. Kemampuan digital diperlukan untuk mengelola kelas virtual, aplikasi pembelajaran, serta menanamkan etika berinternet.

“Guru harus selalu belajar bukan hanya lewat workshop pendidikan saja, tapi harus banyak membaca dan harus bisa membaca situasi sehingga guru bisa memahami siswa nya menghadapi pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang menyenangkan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan. Karena Kota Tegal masih membutuhkan Workshop Pendidikan untuk peningkatan tenaga pendidik. Ia juga berpesan agar ilmu yang didapat disini untuk ditularkan kepada teman-teman guru lainnya,” harap Dewi Umaroh.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita