DI era ketika satu unggahan bisa menjangkau ribuan mata, masih adakah ruang bagi UMKM desa yang belum tersentuh dunia digital. Di Kadus Dua Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dengan satu langkah bernama website desa.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, menggagas pembuatan website sebagai salah satu program kerja strategis, untuk mendorong perkembangan media digital Desa Pagojengan, khususnya Kadus Dua.
Website ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas teknologi, melainkan sebagai wadah promosi dan penguatan eksistensi UMKM desa di tengah arus perkembangan zaman.
Realitasnya, banyak pelaku UMKM Desa Pagojengan memiliki produk yang potensial mulai dari kuliner rumahan hingga kerajinan lokal. Namun, keterbatasan akses promosi membuat pemasaran mereka hanya berputar di lingkup desa dan sekitarnya.
Di sinilah website desa menjadi langkah visioner. Melalui platform digital tersebut, informasi mengenai profil UMKM, produk unggulan, hingga kontak pemesanan dapat diakses lebih luas. Website menjadi etalase virtual yang mampu menjembatani produk desa dengan pasar yang lebih besar.
Hal ini menjadi sebuah hal baru untuk generasi menilai bahwa inisiatif Mahasiswa KKN UPB bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, melainkan membaca kebutuhan masa depan. Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.
Pembuatan website desa juga memiliki nilai strategis jangka panjang. Selain sebagai media promosi UMKM, platform ini dapat menjadi pusat informasi kegiatan desa, potensi wisata, hingga agenda sosial kemasyarakatan.
Mahasiswa KKN UPB berperan sebagai fasilitator awal membangun sistem, mendesain tampilan, serta memberikan edukasi dasar kepada perangkat desa terkait pengelolaan konten. Tantangan berikutnya tentu terletak pada keberlanjutan: bagaimana desa mampu mengelola dan memperbarui website secara mandiri.
Namun, setiap perubahan besar selalu dimulai dari langkah pertama. Website ini adalah fondasi. Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan bertransaksi. Jika UMKM desa tidak ikut beradaptasi, mereka berisiko tertinggal. Oleh karena itu, program kerja ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap daya saing ekonomi desa.
Lebih dari sekadar tugas akademik, pembuatan website ini mencerminkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya hadir secara fisik di desa, tetapi juga membawa gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pada akhirnya, digitalisasi Desa Pagojengan bukan tentang seberapa canggih tampilan websitenya, melainkan tentang seberapa besar dampaknya bagi pelaku UMKM. Jika satu produk desa bisa dikenal lebih luas karena hadir di dunia maya, maka upaya ini telah membuka peluang baru.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).