PanturaNews (Brebes) – Selama ini istilah "Bela Negara" sering kali identik dengan latihan fisik militer atau angkat senjata. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Pendopo Brebes, Sabtu (24/1/2026).
Ratusan pelajar bukan sedang bersiap ke medan laga, melainkan sedang digembleng untuk menjadi pemimpin masa depan.
Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari Ketua OSIS dan pembina ekstrakurikuler (Pramuka, Paskibra, PMR) tingkat SMA sederajat berkumpul dalam kegiatan Bela Negara Tingkat Kabupaten Brebes. Alih-alih memegang senapan, mereka dibekali dengan penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
Bela Negara Versi Gen Z
Wakil Bupati Brebes, Wurja, yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa di era digital ini, musuh bangsa bukan lagi serangan fisik, melainkan derasnya arus informasi dan budaya global yang bisa mengikis rasa nasionalisme.
"Bela negara jangan hanya dimaknai sebagai seremonial. Ini adalah investasi karakter. Di tengah tantangan globalisasi, tanggung jawab kita adalah menjaga kedaulatan bangsa lewat tindakan sehari-hari," ujar Wurja di hadapan para peserta.
Misi Menuju Indonesia Emas 2045
Kegiatan yang diinisiasi oleh Gerakan Bela Negara Gita Bahari Nusantara ini bertujuan mencetak "pelopor" di lingkungan sekolah. Para pelajar diajak untuk:
1. Melawan Hoaks: Menjadi filter informasi di media sosial.
2. Disiplin & Integritas: Menunjukkan loyalitas melalui prestasi dan ketertiban di sekolah.
3. Membangun Jejaring: Berkolaborasi antar-sekolah untuk aksi sosial dan nasionalisme.
Asisten Sekda Brebes, Subandi, menambahkan bahwa keterlibatan Ketua OSIS sangat strategis. Mereka dianggap sebagai pilar utama yang bisa menularkan virus positif bela negara kepada ribuan pelajar lainnya di Brebes.
Dihadiri Pakar Pertahanan
Tak main-main, acara ini juga menghadirkan narasumber kelas berat, mulai dari Kolonel Inf. Ruddy Hermawan dari Kementerian Pertahanan RI, Dandim 0713 Brebes Letkol Inf. Sapto Broto, hingga akademisi Prof. Erna Hernawati.
Langkah strategis Pemkab Brebes ini menjadi sinyal kuat bahwa persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari bangku sekolah, bukan dengan senjata, melainkan dengan mentalitas yang tangguh dan cinta tanah air yang kokoh.