PanturaNews (Brebes) – Bencana tanah longsor yang melanda Dukuh Pengasinan, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dilaporkan kian mengkhawatirkan.
Sejak pertama kali bergerak pada akhir Desember 2024, pergerakan tanah di wilayah tersebut kini mengancam keselamatan warga dan keutuhan area pemakaman umum.
Pantauan di lokasi pada Jumat, 23 Januari 2026, menunjukkan kerusakan signifikan pada tebing alur sungai. Erosi yang terus terjadi menyebabkan tanah di bawah fondasi rumah warga terkikis habis.
Akibatnya, sejumlah bangunan kini dalam posisi menggantung dan rawan roboh ke dalam jurang jika terjadi pergerakan susulan.
Kondisi Tanah Labil
Situasi serupa terjadi di sisi seberang sungai. Area pemakaman umum dilaporkan mengalami longsor parah yang berpotensi merusak keutuhan liang lahat.
Kondisi geologis tanah yang sangat labil membuat pengikisan terus berlangsung setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Sirampog.
Pemerintah Desa Sridadi menyatakan telah melakukan pemantauan rutin di lapangan. Namun, skala kerusakan yang masif membuat pihak desa angkat tangan.
"Penanganan belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan anggaran desa dan besarnya skala kerusakan di lapangan," tulis laporan perangkat desa setempat, Jumat (23/1).
Menanti Uluran Tangan Kabupaten dan Provinsi
Hingga saat ini, warga dan pemerintah desa sangat bergantung pada koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes serta dinas terkait di tingkat provinsi.