Senin, 02/06/2025, 10:50:11
Anggota DPR RI Ini Soroti Pelayanan BPJS Kesehatan, Sebut Banyak Pasien Dipulangkan dalam Kondisi Darurat
.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene.

PanturaNews (Jakarta)- Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, melontarkan kritik tajam terhadap pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, khususnya di daerah.

Ia menyoroti banyaknya kasus pasien yang dipulangkan oleh rumah sakit meski berada dalam kondisi darurat, hingga akhirnya meninggal dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Felly dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Direktur Utama BPJS Kesehatan, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).

"Sudah dipulangkan pasien yang seharusnya mendapatkan pelayanan. Ini banyak, Bu. Di tempat saya sendiri, saya bisa kasih nama mereka satu per satu," kata Felly dengan nada emosional saat menyampaikan intervensinya.

Felly menyebut bahwa data dan bukti kasus pasien yang dipulangkan dalam kondisi kritis sudah dikantongi olehnya. Bahkan, ia mencontohkan kejadian tragis yang menimpa sahabat dekatnya.

"Ibu tahu, masih sahabat saya. Sudah pakai selang, masih dipaksa pulang, lalu meninggal. Banyak, Bu," ungkapnya sambil menahan emosi.

Ia menegaskan bahwa pelayanan JKN di lapangan tidak sesuai dengan tujuan awal program tersebut, yakni memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Di beberapa daerah, pasien disebut harus antre panjang, dipulangkan terlebih dahulu, dan baru bisa kembali mendapatkan pelayanan dalam hitungan minggu.

"Kalau Ibu mau data, saya bisa kirimkan lengkap dengan foto-fotonya. Rumah sakit mana saja, siapa pasiennya, keluarga siapa, dan berapa yang akhirnya meninggal. Ini nyata, bukan cerita," ujar politisi Partai NasDem itu.

Felly pun meminta agar jajaran pelaksana kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan dan mitra rumah sakit, dapat segera berbenah. 

Ia berharap sistem pelayanan kesehatan dapat lebih responsif terhadap kondisi nyata masyarakat di lapangan.

"Kita tidak boleh lagi menutupi fakta. Ini kenyataan. Program JKN dibuat untuk membantu rakyat, tapi pelaksanaannya di bawah sangat jauh dari harapan," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita