Jumat, 29/08/2025, 20:51:43
Organisasi Pelajar ini Tuding Negara Lalai Tewasnya Driver Ojol Saat Aksi Demo
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ketua PC IPNU Brebes, M Ilham Bagus. (Foto: dok)

PanturaNews (Brebes) — Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Brebes menuding negara lalai dalam melindungi rakyat usai tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, saat aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Ketua PC IPNU Brebes, M Ilham Bagus, menegaskan bahwa kematian Affan bukan sekadar musibah, melainkan akibat tindakan represif aparat.

“Negara harus bertanggung jawab atas segala bentuk tindakan represi yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga negara, termasuk Affan,” kata Ilham, Jumat (29/8/2025).

Ilham mengatakan, tindakan aparat tersebut tidak hanya melukai rakyat, tetapi juga mencederai demokrasi.

“Bagaimana mungkin negara yang dibangun atas penderitaan rakyat justru tega melukai rakyatnya sendiri?” ujarnya.

IPNU Brebes mendesak Kapolri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menegaskan reformasi internal Polri bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.

“Kepolisian harus kembali pada jati dirinya: profesional, akuntabel, dan berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan kekuasaan,” tegasnya.

Organisasi pelajar itu juga menyerukan agar masyarakat tidak diam menghadapi tragedi ini. Menurut mereka, sikap bungkam hanya akan memperpanjang daftar korban.

“Jika diam, maka tragedi Affan hanyalah awal dari daftar panjang korban berikutnya,” tambah Ilham.

IPNU Brebes menegaskan suara rakyat tidak boleh dibungkam. Negara, kata mereka, tidak bisa bersembunyi di balik seragam dan tameng hukum.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita