Jumat, 29/08/2025, 22:56:38
Gebyar Bumiayu Fair 2025 Resmi Dibuka, Wabup: Ajang Promosi UMKM dan Layanan Publik
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2025 resmi dibuka dengan meriah di Lapangan Asri, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (29/8).

PanturaNews (Brebes) — Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2025 resmi dibuka dengan meriah di Lapangan Asri, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (29/8). 

Acara tahunan yang menjadi ikon Brebes Selatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Brebes, disaksikan ribuan warga yang memadati sepanjang Jalan P. Diponegoro.

Pembukaan diawali dengan arak-arakan spektakuler dari Pendopo Bumiayu menuju Lapangan Asri. 

Drumband SMU Bustanul Ulum turut menyemarakkan iring-iringan yang diikuti jajaran pejabat Pemkab Brebes, Ketua Kadin Brebes Indra Kusuma, Forkopimcam, hingga perangkat desa.

“Ini bukan sekadar ajang hiburan, tapi juga kesempatan untuk mempromosikan produk unggulan lokal, seni, budaya, serta UMKM daerah kita,” ujar Ketua Panitia GBF 2025, Fatkhurohman.

Wakil Bupati Brebes, Wurja SE, menegaskan bahwa gelaran ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. 

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sejalan dengan tema nasional, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

“GBF bukan hanya wahana hiburan, melainkan wadah strategis untuk menampilkan potensi daerah, mulai dari pembangunan, UMKM, pertanian, seni, budaya, hingga pelayanan publik,” kata Wurja.

Selain pameran dan hiburan, Pemkab Brebes memanfaatkan GBF 2025 untuk memperkenalkan program Kios Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang ditargetkan tersedia di seluruh desa dan kelurahan pada akhir Agustus 2025.

Dengan layanan ini, warga bisa mengurus dokumen kependudukan seperti KTP, KK, akta lahir, akta kematian, dan surat pindah langsung di desa/kelurahan tanpa harus ke kantor Disdukcapil.

“Layanan harus cepat, mudah, dan gratis. Saya instruksikan jajaran Dukcapil, camat, kepala desa, dan lurah untuk berkomitmen penuh menyukseskan program ini,” tegas Wurja.

GBF 2025 akan berlangsung selama 12 hari, menampilkan pentas seni budaya, konser musik, wahana permainan rakyat seperti undar, kora-kora, dan ombak banyu, serta pameran produk unggulan dan UMKM lokal.

“Semoga ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal, penguatan pelayanan publik, dan pengembangan kreativitas masyarakat,” pungkas Wabup Wurja.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita