Rabu, 27/07/2022, 08:24:04
Tanaman Jahe Sebagai Obat Herbal
Oleh: Mahmudah
--None--

JAHE (Zingiber officinale) merupakan tanaman rempah yang berasal dari Asia Selatan, dan sekarang telah tersebar ke seluruh dunia. Di Yunani, jahe digunakan pertama kali sebagai obat herbal untuk mengatasi penyakit vertigo, mual-mual, dan mabuk. Pada abad ke 16, di Inggris Raja Hendry ke VIII merekomendasikan jahe untuk mengatasi wabah penyakit (Plague), sedangkan Ratu Elizabeth I menganjurkan jahe untuk meningkatkan gairah seksual.

Di Indonesia, tiga jenis jahe (jahe sunti, jahe gajah dan jahe emprit) banyak dibudidayakan secara intensif di daerah Rejang Lebong (Bengkulu), Bogor, Magelang, Yogyakarta, dan Malang, dan dimanfaatkan untuk bumbu masakan, bahan obat herbal dan untuk minuman. Jahe Sunti (jahe merah) dengan kandungan minyak atsiri 2,58 - 2,72%, paling banyak digunakan untuk industri obat-obatan, menyusul Jahe gajah dengan kandungan minyak atsiri 0,82 - 1,68% , dan jahe emprit dengan 1,5 – 3,3% minyak atsiri. 

Zat-zat aktif dalam minyak atsiri, antara lain: shogaol, gingerol, zingeron, dan zat-zat antioksidan alami lainnya memiliki khasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit dari yang ringan sampai berat, seperti: masuk angin, batuk, kepala pusing, pegal-pegal, rematik, mual-mual, mabuk perjalanan, impoten, Alzheimer, kanker, dan penyakit jantung. Sebagai bahan obat tradisional, jahe dapat digunakan secara tunggal ataupun dipadukan dengan bahan obat herbal lainnya yang mempunyai fungsi saling menguatkan dan melengkapi.

Jahe dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit vertigo, mual-mual, mabuk perjalanan, demam, batuk, gangguan saat menstruasi, kanker, dan penyakit jantung. Jahe dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal karena mengandung minyak atsiri dengan senyawa kimia aktif, seperti: zingiberin, kamfer, lemonin, borneol, shogaol, sineol, fellandren, zingiberol, gingerol, dan zingeron yang berkhasiat dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit. 

Sebagai bahan baku obat tradisional, jahe Sunti (jahe merah) banyak dipilih karena kandungan minyak atsiri dengan zat gingerol dalam persentase yang tinggi dan oleoresin yang memberikan rasa pahit dan pedas lebih tinggi daripada jahe gajah dan jahe emprit. Jahe merah ini dimanfaatkan sebagai pencahar, anthelmintik, dan peluruh masuk angin. 

Rimpang jahe merah berkhasiat menghangatkan badan, penambah nafsu makan, peluruh keringat, serta mencegah dan mengobati masuk angin. Di samping itu, jahe juga berkhasiat mengatasi radang tenggorokan (bronchitis), rematik, sakit pinggang, lemah syahwat, nyeri lambung, meningkatkan stamina tubuh, meredakan asma, mengobati kepala pusing, nyeri otot, ejakulasi dini, dan melancarkan air susu ibu (ASI). Jahe merah merupakan bahan obat herbal yang aman, efektif dan memiliki khasiat yang tinggi untuk kesehatan.

Kandungan senyawa kimia aktif gingerol, zingeron, shogaol, gingerin dan zingerberin dalam jahe merah menyebabkan jahe merah memiliki khasiat yang besar untuk kesehatan.

Resep Terapi Jahe Secara umum, sirup jahe yang alami tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan memiliki khasiat yang besar untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit, antara lain mencegah impoten, mengobati rematik dan encok, mengobati sakit pinggang dan keseleo, menghilangkan pegal-pegal dan lelah, mengobati sakit kepala dan batuk, serta mencegah diare dan muntah-muntah. untuk membuat 30 botol (masing-masing 630 ml) sirup jahe diperlukan 6 kg rimpang jahe, 13 kg gula pasir, 5 butir putih telur, 250 g kayu manis, 1 kg serai, 100 g garam, dan 12 l air bersih, dengan tahapan pembuatan: persiapan sari jahe, perebusan bumbu dan pemasakan, dan pengemasan.

Contoh beberapa cara pembuatan obat herbal dari jahe:

-Batuk

Diambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, dicuci bersih, dan direbus dengan 2 gelas air, dididihkan hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan jahe diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

-Pegal-pegal

Diambil 2 rimpang jahe sebesar ibu jari dan 2 gelas susu segar. Rimpang jahe dicuci bersih, dibakar, lalu dikuliti. Rimpang itu dimemarkan, lalu direbus bersama susu segar. Ramuan ini diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

-Kepala Pusing

Diambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, dicuci bersih, dibakar, dan dimemarkan. Diseduh dengan 1 gelas air dan ditambahkan sedikit madu atau gula aren, lalu diminum. 

-Rematik

Diambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, dibakar, dicuci bersih, lalu diparut. Parutan jahe bakar ditempelkan di bagian tubuh yang terserang rematik. Diambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari dan 2 buah asam jawa yang sudah masak. Jahe dicuci, diparut dan dicampur dengan asam jawa sampai merata. Ramuan dioleskan pada pinggang yang sedang sakit.

-Masuk Angin

Diambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari dan dimemarkan, lalu dimasukkan ke dalam 2 gelas air bersih dan diberi sedikit gula aren. Dididihkan selama 15 menit hingga airnya tinggal separuh, lalu disaring. Ramuan diminum ketika masih hangat 2 kali sehari. 

Produk olahan jahe merah yang bermanfaat untuk terapi berbagai penyakit yang telah dijual di pasaran, adalah: rajangan kering atau simplisia, jahe instan, serbuk jahe, sirup jahe, dan permen jahe.

(Mahmudah adalah mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita