Rabu, 27/07/2022, 08:16:42
Pentingnya Sekolah Inklusi untuk Mendongkrak Hak ABK Mendapatkan Pendidikan
Oleh: Firdha Aulia Rahmah
--None--

PENDIDIKAN bukan hanya sekedar tempat mentransfer ilmu yang diberikan pendidik kepada peserta didik, tetapi juga merupakan tempat pembentukan kepribadian dan sarana untuk mengubah cara berpikir dan berperilaku peserta didik. Di Indonesia, pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mendongkrak mutu kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan dapat diperoleh dari lembaga pendidikan baik itu formal, non formal, maupun informal. Sekolah merupakan salah satu contoh dari banyaknya lembaga pendidikan formal. 

Dewasa ini, sekolah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting. Di sekolah tidak hanya disuguhi pengetahuan saja, namun juga dibekali dengan keterampilan yang diharapkan nantinya akan bermanfaat dan aplikatif di tengah masyarakat. Di sekolah, anak-anak dibimbing untuk belajar bersosialisasi dengan siswa lain. Sekolah juga bukan hanya untuk anak normal saja, namun juga untuk anak-anak yang membutuhkan kebutuhan khusus, yang membutuhkan perhatian lebih, yang memiliki kelebihan dan kekurangan ketika harus berinteraksi dengan anak-anak yang lain.

Tak sedikit orang menganggap bahwa anak yang memiliki kebutuhan khusus sebagai sosok yang dicap merepotkan, dianggap sosok yang tidak berdaya karena tidak dapat melakukan apa-apa, dan anak yang perlu dikasihani. Hal ini yang menjadikan mereka merasa dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Padahal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan cara Tuhan memberikan kelebihan yang sempurna pada mereka. ABK juga sering mendapatkan perlakuan diskriminatif, bahkan untuk mendapatkan pendidikan mereka merasa sulit. Tak sedikit sekolah-sekolah reguler yang tidak mau menerima mereka dengan alasan tidak memiliki fasilitas yang memadai bagi anak yang membutuhkan kebutuhan khusus. Terkadang, sekolah yang menyediakan fasilitas untuk ABK terletak jauh dari tempat mereka tinggal, sehingga menjadikan mereka memilih untuk tidak mengenyam pendidikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu adanya layanan pendidikan untuk ABK, baik itu menyangkut fasilitas pendidikan dan sistem pembelajaran. Pembelajaran yang dianggap tepat untuk anak-anak tersebut diyakini berada di Sekolah Inklusi.

Apa sih Sekolah Inklusi itu? Sekolah Inklusi adalah sebuah tempat dimana anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) mengenyam pendidikan. Di Sekolah tersebut tidak memandang spesifik mereka, jadi antara anak berkebutuhan khusus maupun yang tidak, akan berada pada kelas yang sama serta akan mendapatkan pembelajaran yang sama tanpa membeda-bedakan. Garnida (2015: 48) memaparkan bahwa pendidikan inklusif adalah suatu sistem yang memberikan pendidikan kolektif kepada anak-anak dengan penyandang distabilitas tertentu tanpa memandang distabilitas spesifik mereka.

Diselenggarakannya Sekolah Inklusi di Indonesia dilatar belakangi sebab hak milik anak untuk mendapatkan pendidikan. ABK memiliki hak yang sama untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya seperti anak lainnya. Hal ini sejalan dengan Pasal 31 UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga negara berhak atas pendidikan. Hal ini dijelaskan lebih rinci dalam Bab IV Pasal 5 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai makhluk yang dianggap sangat terampil diantara yang lain, manusia adalah makhluk yang kebutuhannya bisa dibilang cukup kompleks. Kebutuhan manusia secara umum meliputi kebutuhan fisik atau sehat, kebutuhan sosial emosional, dan kebutuhan pendidikan (Wardani, 2011: 1.34).

Meskipun model inklusi merupakan sekolah yang sejalan dengan gagasan keadilan sosial yang mengadvokasi prinsip kesetaraan, namun sekolah inklusi ini memiliki banyak keunggulan. Di sini, sekolah inklusi dapat memberikan berbagai manfaat baik bagi masyarakat maupun untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus. IG.A.K. Wardani memaparkan bahwa hal ini bisa membuat masyarakat mulai merangkul keberadaan anak luar biasa. Selain itu, sekolah inklusi juga memungkinkan anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dan diperlakukan seperti anak biasa pada umumnya. Karena hal ini mempunyai dampak yang besar untuk mempengaruhi psikologi anak berkebutuhan khusus yaitu terciptanya peluang untuk mengembangkan rasa percaya diri yang ada di dalam diri mereka atau self esteem.

Di samping memiliki manfaat bagi anak berkebutuhan khusus, sekolah inklusi juga memiliki tantangan tersendiri yang memang harus dihadapi secara penuh. Tantangan tersebut berasal dari dalam maupun luar sekolah inklusi itu sendiri. Penyelenggaraan pendidikan inklusi memerlukan penggunaan praktik yang tepat dan sesuai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendidik dalam pendidikan inklusif perlu mengidentifikasi metode yang dapat digunakan untuk memfasilitasi penyediaan materi sehingga siswa dapat dengan mudah menerima apa yang mereka katakan. Peran ini sangat penting dalam merancang sistem pembelajaran yang akan digunakan. Seorang pendidik juga harus mempunyai strategi dalam pembelajarannya. Karena strategi seorang pendidik adalah pola-pola yang digunakan pengikut atau pendidik dengan cara yang terorganisir secara sengaja untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. 

Menurut Majid (2013:03), strategi adalah suatu pola yang sengaja direncanakan dan ditentukan serta ditujukan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan. Strategi meliputi tujuan kegiatan yang terlibat, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana untuk mendukung kegiatan.

Penyelenggaraan pendidikan inklusi di kelas harus berupaya memberikan sikap tidak diskriminatif, kesadaran semua peserta didik oleh semua pihak, dan fasilitas serta lingkungan yang aman bagi individu anak. Anak-anak dapat belajar bersama di kelas tanpa harus mempersiapkan kelas khusus terlebih dahulu.

Di sekolah inklusi, pendidik perlu memiliki banyak cara untuk mengajar, karena kita menghadapi anak yang beragam, dan karena ada anak berkebutuhan khusus di dalam kelas. Agar sukses, guru dapat menggunakan banyak metode, seperti melalui video, ceramah, dan pembelajaran di luar kelas agar siswa tidak bosan saat belajar.

Sebelum dilakukannya pembelajaran, setting pembelajaran di sekolah inklusi diperlukan. Contohnya seperti setting tempat duduk kelas inklusif, karena di dalam kelas membutuhkan suasana yang nyaman. Selama satu jam pertama, mereka berbaris seperti kereta api dan duduk di sekelompok kursi dalam lingkaran. Lalu bagi anak-anak dengan ketidakmampuan atau kurang dalam belajar untuk duduk di depan.

(Firdha Aulia Rahmah adalah mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita