KOMUNITAS Langkah Perempuan menggelar perayaan Anniversary ke-1 dengan penuh semangat dan kebersamaan, bertepatan dengan momentum Hari Kartini, bertempat di 21 Café Zarafaland, Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menghadirkan rangkaian acara mulai dari fashion show, kajian perempuan, santunan anak yatim, hingga kegiatan tukar-menukar barang sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi sirkular.
Acara dibuka dengan Fashion Show anak-anak TK dan PAUD bertema Kartini. Para peserta tampil mengenakan busana Kabaya tradisional dengan penuh percaya diri, mencuri perhatian para tamu undangan. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana edukatif untuk menanamkan nilai budaya, keberanian, dan ekspresi diri sejak usia dini,ungkap Farah Diba sebagai ketua panitia.
Sedangkan Ketua Komunitas Langkah Perempuan, Resa Frafela R, menyampaikan bahwa peringatan satu tahun komunitas ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan memberikan manfaat nyata. Sesuai dengan semangat kami, melangkah bersama, bermanfaat untuk sesama,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan kajian perempuan bertema “Menata hati untuk istiqomah, sabar dalam ujian, ikhlas dalam takdir ” yang disampaikan oleh narasumber ustadzah Gusnemi Cht, CP. CNLP.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kekuatan batin dan akui diri serta putus mata rantai luka batin masa lalu bagi perempuan dalam menjalani berbagai peran kehidupan.
“Perempuan yang sabar dan ikhlas bukan berarti lemah, tetapi justru memiliki kekuatan besar dalam menghadapi ujian kehidupan,” ungkap Gusnemi di hadapan peserta.
Selain itu, kegiatan santunan anak yatim piatu sejumlah 25 turut menjadi bagian penting dalam acara ini sebagai bentuk kepedulian sosial komunitas terhadap sesama. Hal menarik lainnya adalah kegiatan tuker-tukeran barang layak pakai yang diikuti oleh para peserta. Program ini menjadi implementasi nyata konsep ekonomi sirkular, di mana barang yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali oleh orang lain.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih berkelanjutan. Lewat tuker-tukeran ini, kita belajar bahwa barang yang kita miliki masih bisa bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Perayaan anniversary ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi, sosial, dan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi acara hingga penutup.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Komunitas Langkah Perempuan diharapkan terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang inspiratif dan berdampak positif bagi masyarakat luas.