DALAM bersekolah terdapat berbagai macam ilmu yang harus siswa kuasai. Diantaranya yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, sejarah, PPKN, matematika, fisika, kimia dan sebagainya. Dan dari beberapa ilmu tersebut ada satu ilmu yang membuat siswa kurang percaya diri dalam menghadapinya. Ya, itu adalah matematika.
Matematika adalah ilmu pasti tetapi tidak sedikit siswa yang kurang percaya diri dalam menghadapi matematika. Kurangnya minat dan pengetahuan akan matematika menjadi penyebab munculnya rasa kurang percaya diri pada siswa. Sehingga dalam mengerjakan soal matematika, siswa tidak maksimal berusaha memecahkannya. Hal ini dikarenakan kurangnya rasa percaya diri itu.
Matematika, adalah ilmu pasti yang mempelajari tentang bilangan dan angka. Menurut Mustafa dalam (Tri Wijayanti, 2011) menyatakan bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk, kuantitas, dan ukuran, dan yang paling utama adalah cara dan proses untuk menemukan dengan formula yang tepat dan lambang yang konsisten, mempelajari juga tentang sifat dan hubungan dari jumlah dan ukuran, baik secara abstrak, matematika murni atau dalam hubungan manfaat pada matematika terapan.
Matematika adalah ilmu penting karena ada ilmu yang teorinya berasal dari pengembangan konsep matematika. Contohnya adalah ilmu fisika yang dikembangkan melalui konsep kalkulus, dan ilmu ekonomi banyak dikembangkan melalui konsep statistika,fungsi, dan kalkulus. Oleh karena itu matematika sangat penting untuk dipelajari. Dan tidak heran matematika menjadi mata pelajaran yang harus ada dalam setiap jenjang pendidikan baik SD, SMP/MTS, SMK/SMA/MA.
Namun, banyak siswa yang mempunyai mindset bahwa matematika itu menakutkan, susah, membuat bingung dan sebagainya. Menurut Wahyudin (1999:53) menyatakan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang susah dipahami sehingga sebagian besar siswa kurang minat pada mata pelajaran ini. Banyak siswa yang menganggap matematika itu penuh rumus-rumus yang rumit, sehingga terdapat rasa takut atau kurang percaya diri dalam meghadapi soal-soal matematika.
Siswa dalam mengerjakan soal matematika, tentunya ada yang mengalami kesulitan dan ada juga mudah dalam mengerjakan. Apa saja kesulitannya?. Menurut Wood (dalam Untari, 2014) menyatakan ada beberapa kesulitan siswa dalam belajar matematika diantaranya yaitu:
Pertama, kesulitan dalam membedakan simbol, angka dan bangun ruang. Kedua, daya ingat yang kurang terhadap rumus-rumus matematika. Ketiga, penulisan bilangan yang terlalu kecil sehingga susah dibaca. Keempat, tidak paham akan simbol matematika. Kelima, kurangnya kompetensi siswa dalam berpikir matematika. Dan keenam, kurangnya kemampuan metakognisi atau kemampuan pengaplikasian rumus matematika.
Dari permasalahan-permasalahan yang telah diuraikan diatas, ada berbagai cara untuk meminimalisir permasalahan tersebut. Atau dengan kata lain ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengerjakan soal matematika diantaranya yaitu mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, pahami soal yang diberikan, buat model matematikanya dan teliti dalam mengerjakan soal. Namun seringkali, ada siswa yang dalam mengerjakan soal matematika merasa kurang percaya diri dan menganggap bahwa matematika itu susah, sulit dan membingungkan. Nah rasa tersebut akan mempengaruhi pemahaman siswa dalam mengerjakan soal.
Percaya diri adalah sikap yang yakin akan kompetensi dirinya sendiri. Menurut Dariyo dalam (Selytania dan Sukarti, 2010:9) menyatakan bahwa kepercayaan diri adalah bentuk keyakinan terhadap diri sendiri bahwa dirinya memiliki kompetensi dan kekurangan, dan optimis terhadap terhadap kompetensinya bahwa dengan kompetensinya ia akan mampu mengatasi masalah dengan baik. Nah rasa percaya diri mendorong seseorang untuk memaksimalkan kemampuannya dalam menghadapi masalah.
Percaya diri masing masing siswa pastinya berbeda. Hal ini karena adanya faktor yang mempengaruhi baik dari internal ataupun eksternal. Menurut Argo Yulan Indrajat (2013) menyatakan bahwa secara umum faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri ada internal dan eksternal. Faktor internal yaitu:
Harga diri, contohnya seseorang yang tidak ingin menyontek sebelum berusaha menyelesaikan suatu masalah.
Kondisi fisik, seseorang yang puas akan kondisi fisiknya cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Contohnya orang yang berbadan tinggi cenderung memiiki rasa percaya diri yang tinggi didalam bermain basket.
Pengalaman, contohnya seseorang yang sudah berpengalaman tingkat kepercayaan dirinya pasti tinggi.
Keberhasilan, seseorang yang sering mendapatkan keberhasilan akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
Faktor eksternalnya yaitu, orang tua, sekolah dan teman sebaya.
Percaya diri sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri tentunya memiliki manfaat bagi yang memilikinya. Diantaranya yaitu meningkatkan keyakinan terhadap diri sendiri, meningkatkan kemampuan belajar, dapat memiliki mental yang kuat, dan memudahkan disaat pengambilan keputusan. Selain itu percaya diri dapat menambah semangat tersendiri untuk melakukan usaha yang lebih.
Lalu bagaimana pengaruh percaya diri dalam menghadapi soal matematika?. Didalam mengerjakan soal tentunya siswa memerlukan pikiran yang tenang dan pemahaman yang baik. Selain pemahaman yang baik seorang siswa juga memerlukan rasa percaya diri yang tinggi untuk mengerjakan soal tersebut. Dengan percaya diri siswa akan bertindak penuh keyakinan saat pengambilan keputusan, membuat pilihan dan tentunya akan bangga terhadap hasilnya. Percaya diri adalah modal utama untuk pengembangan potensi diri. Bahkan menurut penelitian dari Imam Kusmaryono dan Abdul Basir mahasiswa pendidikan matematika universitas Islam Sultan Agung Semarang hasilnya adalah kelompok siswa yang memiliki percaya diri rendah memiliki skor hanya mencapai 64 untuk daya matematikanya. Dan kelompok siswa yang memiliki percaya diri yang cukup, memiliki skor hingga 74,6 untuk daya matematikanya. Dan kelompok siswa dengan percaya diri yang tinggi, memiliki skor rata-rata 81,0 untuk daya matematikanya.
Hal ini menunjukan sikap percaya diri berbanding lurus dengan daya matematika siswa. Daya matematika siswa tentunya sangat diperlukan siswa untuk menghadapi soal matematika. Jadi dalam menghadapi soal matematika tentunya sangat penting siswa untuk merasa percaya diri.
Lalu bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri?. Yaitu dengan membangun pola pikir yang positif, kenali kelebihan dan kekurangan, pergaulan dengan orang yang positif, fokus terhadap langkah-langkah, dan bergabung dalam kegiatan yang positif. Cara tersebut bisa di lakukan untuk menambah rasa percaya diri.
Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa sikap percaya diri itu penting dalam pengembangan potensi diri. Dan tentunya dalam mengerjakan soal matematika diperlukan rasa percaya diri sehingga adanya pemaksimalan usaha dalam mengerjakan soal tersebut.
(Indra Prayoga adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas)