Minggu, 17/05/2026, 17:57:40
Menyesuaikan Zaman: Kurikulum Pendidikan di Era Digital
OLEH: DWI SHOUMATUSAADAH
.

PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Saat ini, proses pembelajaran tidak lagi hanya dilakukan melalui tatap muka di kelas, tetapi juga memanfaatkan berbagai media digital seperti internet, video pembelajaran, dan platform belajar daring.

Perubahan tersebut membuat dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar proses belajar tetap relevan dan efektif (Widiansyah et al., 2024).

Kehadiran teknologi memberikan banyak kemudahan dalam pembelajaran. Peserta didik dapat mengakses informasi dengan lebih cepat dan luas melalui perangkat digital. Namun, perkembangan teknologi juga menimbulkan tantangan baru bagi dunia pendidikan, terutama dalam menyesuaikan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

Kurikulum memiliki peran penting dalam menentukan arah pendidikan. Kurikulum yang tidak mengikuti perkembangan zaman dapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi kurang efektif dan peserta didik kesulitan menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, penyesuaian kurikulum pendidikan di era digital menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar pendidikan mampu menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Menurut saya, teknologi memberikan banyak pengaruh positif dalam dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi, pembelajaran menjadi lebih mudah, cepat, dan fleksibel. Peserta didik dapat belajar kapan saja dan di mana saja tanpa harus selalu berada di ruang kelas.

Selain itu, penggunaan teknologi membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Guru dapat menggunakan video pembelajaran, presentasi interaktif, atau aplikasi pendidikan agar peserta didik tidak mudah bosan. Cara belajar seperti ini lebih sesuai dengan karakter generasi sekarang yang sudah terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari (Samudra et al., 2025).

Namun, saya juga berpendapat bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak boleh hanya sekadar mengikuti tren. Teknologi harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan hanya digunakan sebagai pelengkap saja.

Menurut penulis, kurikulum pendidikan di era digital tidak cukup hanya mengajarkan teori dan hafalan. Peserta didik perlu memiliki keterampilan yang dapat membantu mereka menghadapi kehidupan modern. Misalnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kerja sama, dan literasi digital (Megister & Pujiastuti, 2023).

Saat ini, informasi sangat mudah diperoleh melalui internet. Akan tetapi, tidak semua informasi yang beredar benar dan dapat dipercaya. Karena itu, peserta didik perlu diajarkan cara menyaring informasi dan menggunakan teknologi secara bijak.

Saya juga berpandangan bahwa pendidikan harus membantu peserta didik menjadi lebih kreatif dan mandiri. Kurikulum yang terlalu kaku justru membuat peserta didik sulit berkembang. Oleh sebab itu, pembelajaran perlu dibuat lebih fleksibel agar peserta didik dapat mengembangkan minat dan bakatnya.

Walaupun teknologi memberikan banyak manfaat, saya melihat masih banyak tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Salah satu tantangan terbesar adalah belum meratanya fasilitas teknologi di setiap sekolah. Tidak semua sekolah memiliki akses internet yang baik atau perangkat pembelajaran digital yang memadai (Setiyadi et al., 2025).

Selain itu, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi juga masih berbeda-beda. Ada guru yang sudah mampu menggunakan media digital dengan baik, tetapi ada juga yang masih kesulitan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Menurut saya, dampak negatif internet juga menjadi perhatian penting. Peserta didik bisa terlalu sering bermain media sosial atau mengakses informasi yang tidak sesuai jika tidak ada pengawasan yang baik. Karena itu, pendidikan karakter tetap harus menjadi bagian penting dalam kurikulum (Manshur & Isroani, 2024).

Menurut penulis, penyesuaian kurikulum di era digital harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Guru perlu mendapatkan pelatihan agar mampu menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Sekolah juga perlu menyediakan fasilitas yang mendukung pembelajaran digital (Setiyadi et al., 2025).

Selain itu, kurikulum perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi peserta didik untuk berpikir kreatif dan aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek menurut saya dapat menjadi salah satu cara yang efektif karena peserta didik tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar memecahkan masalah secara langsung.

Saya juga berpendapat bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat penting. Orang tua perlu mengawasi penggunaan teknologi oleh anak agar tetap digunakan untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar.

(Daftar Pustaka: Manshur, A., & Isroani, F. (2024). Tantangan kurikulum pendidikan agama Islam di era digital. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.30868/ei.v12i04.8114. -Megister, M. A. S., & Pujiastuti, H. (2023). Kurikulum Merdeka: Tantangan dan peluang di era digital. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3). https://doi.org/10.23969/jp.v8i3.11520. -Samudra, B. A., Ciptadi, I., Hasibuan, F. D., & Halimah, S. (2025). Analisis kurikulum pendidikan di era digital: Tantangan dan solusi. An-Nahdlah Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 265–276. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v5i1.794

Setiyadi, M. W., Ardiansyah, A., Muharyati, Y., & Komalasari, L. I. (2025). Tantangan dan upaya penerapan Kurikulum Merdeka di era digital: Literatur review. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(2), 1721–1735. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i2.2912. -Widiansyah, S., Ramadhanty, Z. A., Diah, D., Adilah, K. N., & Alia, S. N. (2024). Transformasi kurikulum pendidikan di era digital: Tantangan dan peluang bagi pendidikan sosiologi. Sindoro: Cendikia Pendidikan. https://doi.org/10.9644/sindoro.v10i6.9155)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita