Minggu, 22/11/2020, 11:25:30
Wartawan Peduli, Bagikan Sembako Warga Tinggal di Bedeng
LAPORAN JOHARI

Wartawan memberikan sembako kepada keluarga Mulus

PanturaNews (Tegal) –  Kepedulian wartawan yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber), Kota Tegal, Jawa Tengah, tidak melulu kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) karena kasus Covid-19. Namun juga kepada warga yang betul-betul dalam kesusahan, Jumat 20 November 2020.

Seperti keluarga Mulus yang tinggal dirumah Bedeng dan berada di pinggir Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, kondisinya memprihatinkan. Rumah tersebut terbuat dari kayu dan seng bekas, dihuni enam orang. Letaknya tepat di pinggir Jalingkut yang setiap saat bisa mengancam keselamatan karena hilir mudik kendaraan besar.

Mulus (62), bersama dengan istri dan keempat anaknya mengaku pasrah. Karena tidak mempunyai biaya lagi buat membayar kontrakan. Bahkan makan setiap hari ala kadarnya, yang terpenting perut terisi. Setiap hari, istrinya bekerja Milet ikan diperusahaan Filet, dengan system borongan, dengan penghasilan antara 50-70 ribu per hari. Itupun jika ada ikan masuk untuk difilet, jika tidak ada tentunya pulang dan tidak dapat uang.

Sedangkan Mulus sendiri, sudah tidak narik becak lagi karena mengalami kecelakaan terjatuh, pasca menyelamatkan rumah dan anak-anaknya saat alang-alang samping Bedeng terbakar.

"Setiap hari istri saya berangkat Pukul 06.30 hingga 16.00 Wib. Saya tidak bekerja lagi, karena kaki sakit dan pernah terjatuh ketika ambil air," kata Mulus.

Mulus mengaku tinggal di rumah Bedeng tersebut sejak tahun 2017. Setelah tidak memiliki uang buat kontrak rumah. Sehingga terpaksa tinggal di rumah bedeng yang tanahnya milik Pemkot Tegal. Untuk kayu , seng dan terpal diberi oleh temanya. Dan kalau pun negara membutuhkan boleh dirobohkan kapan saja. Dia dan keluarga sudah pasrah, karena hanya tempat tersebut satu-satunya tempat tinggal.

"Kalau saya dan istri bisa tidur dimana saja, tetapi anak saya gimana," keluh Mulus.

Dia dan istri sudah berusaha mengajukan untuk tinggal di Rusunawa. Tetapi belum juga mendapat panggilan dan tempat. Bahkan pengajuan itu sudah disampaikan sejak 2018.

"Saya sudah berusaha mengajukan dan menanyakan tetapi belum juga ada tempat. Saya hanya kasihan sama anak-anak," ujar Mulus.

Sementara itu, Camat Tegal Barat Endah Pratiwi saat berada dilokasi menyampaikan ternyata masih ada rumah seperti itu, bahkan jauh dari layak. Kondisinya juga membahayakan karena berada di pinggir jalan lingkar utara yang setiap hari ada truk besar. Bahkan dari sisi keselamatan juga membahayakan. Kondisi seperti ini harus ada solusi.

 "Saya akan mengecek di dinas terkait, agar segera bisa pindah ke Rusunawa," pungkasnya


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita