Jumat, 20/11/2020, 02:45:30
Sesjen Wantanas: Bela Negara Wartawan Tidak Menulis Berita Hoax
LAPORAN JOHARI

Laksamana Madya Dr Ir Harjo Susmoro SSos, SH, MH dan Dr Ir Tafakurrozak MH

PanturaNews (Tegal) – Ikatan alumni SMA 1 (Ikasma) Tegal gandeng Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas) memberikan pembekalan kepada peserta Bela Negara di SMA 1 Tegal, Kamis 19 November 2020. Dilanjutkan dengan bakti sosial Ikasma 2020,   

Sekretrasis Jendral Dewan Pertahanan Nasioanl (Sesjen Wantanas), Laksamana Madya (Laksdya) Dr Ir Harjo Susmoro SSos, SH, MH dalam giat sosialisasi Bela Negara di SMA 1, menegaskan bahwa Wantanas merupakan lembaga Negara yang bertanggungjawab untuk menyusun rancangan kebijakan nasional yang berkaitan dengan masalah kedaruratan yang berkaiatn dengan resiko pembangunan.

“Kita sudah menyusun setiap kejadian yang di daerah, kita amati, kita identifikasi, analisa, evaluasi. Setelah itu kita datang ke daerah, untuk mengecek apakah data yang kita dapat valid apa  tidak,” kata Jendral Bintang 3 yang juga alumnus SMA 1 Tegal, Laksdya Harjo Susmoro, Kamis 19 November 2020.

Setelah data valid, data akan diolah menjadi rancangan suatu kebijakan persoalan-persoalan yang akan berdampak nasional. Harjo mencontohkan di Tegal adalah persoalan UMKM. ”Kita ke daerah-daerah yang punya kekhususan,” katanya.

Karena dia merupakan alumnus SMAN 1 Kota Tegal, maka sekaligus memberikan motivasi berkaitan dengan bela negara.

”Isu nasional kaitan masalah disintegarsi bangsa, juga kita memberikan masukan kepada pemerintah bagaimana menghadapi hal seperti itu, salahsatunya dengan pembinaan bela negara dalam rangka untuk menghindari disintegrasi bangsa.”

Menurutnya, kesadaran bela negara harus dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat. Selama ini bela negara dianggap hanya masalah pertahanan dan keaamanan, padahal tidak seperti itu.

“Bela negara itu seluruh aspek kehidupan bangsa. Termasuk bagaimana wartawan dalam bela negara? Mestinya jangan mudah membuat berita hoax. Mungkin jujur tapi kira-kira akan berdampak apa tidak terhadap masyarakat. Apabila dampaknya akan mengahancurkan negara ya harus ditahan,” tegas Harjo.

“Konsep Program Bela Negara yang selama ini ditangani oleh Setjen Wantannas bukanlah bela negara yang hanya berparadigma militeristik, akan tetapi bela negara yang harus dapat menyentuh semua sendi kehidupan dan profesi seperti tukang becak, pedagang, supir taksi, pelajar, dokter, pilot, insinyur, dan lain-lain,” kata Jendral bintang tiga ini di depan peserta bela negara.

Ketua Ikasma Dr Ir Tafakurrozak MH menambahkan, Ikasma dan Wantanas bersinergi dalam rangka bakti sosial yang merupakan pengejawantahan reuni akbar yang dimulai sejak 17 November hingga 28 Desember 2020 mendatang.

“Memilih topik bela negara karena bukan hanya hankam saja tetapi meliputi idiologi, politik, sosial, budaya, ekonomi dan hankam,” kata Rozak.

Ikasma menginisiasi dengan Sesjen Wantanas bahwa peserta bela negara sifatnya hidrogen dengan berbagai profesi terutama pedagang, guru, nelayan, pelajar dan alumni. Ini merupakan peserta yang multi stakeholder.

“Ini merupakan inisiasi yang pertama kali di Indonesia karena pesertanya multi stakeholder berbagai ragam profesi. Ini dilakukan karena untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” tandasnya


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita