Senin, 13/10/2014, 06:05:31
Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak
-Laporan Takwo Heriyanto

Monitoring FDS PKH di Kediaman ibu Muhani, Desa Sitanggal, Larangan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Prestasi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), melakukan monitoring Pelaksanaan Family Development Session (FDS) di beberapa desa pendampingan PKH, yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes, salah satunya di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan.

Monitoring yang melinatkan beberapa instandi, seperti dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, di dampingi konsultan unicef untuk PKH Prestasi ini, dimulai dari tanggal 13-23 Oktober 2014.

"Untuk hari ini (Senin, 13/10) dilakukan monitoring di Kediaman ibu Muhani RT. 07/04, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, dan dihadiri oleh para penerima Dana PKH sebanyak 20 orang. Adapun selaku arasumber pertemuan ini adalah Ibu Aeni selaku pendamping PKH Desa Larangan," ujar Perwakilan Unicef Brebes, Bahrul Ulum.

Menurut dia, materi yang disampaikannya adalah pentingnya 1000 hari pertama kehidupan, masalah gizi seringkali muncul karena warga memiliki pengetahuan, kepercayaan, nilai atau norma yang kurang memadai.

Contoh umum di masyarakat, adalah mentolerir ibu hamil makan dengan porsi yang jauh lebih sedikit dibanding masa sebelum hamil, memberi pisang, air atau makanan padat lainnya pada anak usia di bawah 6 bulan, atau lebih memilih membelanjakan uang untuk rokok, pulsa HP atau kebutuhan kurang penting lainnya dibandingkan membeli telur, ikan, ayam untuk anak.

Aini dalam memberikan materinya memaparkan bahwa agar anak menjadi pintar dan tumbuh optimum, keluarga perlu memperhatikan masa penting. Yakni 1000 hari pertama kehidupan, mulai selama kehamilan (9 bulan atau 270 hari) sampai 2 tahun pertama sejak anak dilahirkan (730 hari pertama).Seribu hari pertama merupakan periode penting dimana gangguan yang muncul pada masa ini akan berakibat secara menetap dan tidak dapat diperbaiki.

1000 hari ini, lanjutnya, meliputi ibu hamil mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan meminum tablet tambah darah, melahirkan di sarana kesehatan, melakukan inisiasi menyusu dini (IMD). Kemudian, memberikan ASI ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan, ASI tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun, memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Selanjutnya, memastikan anak mendapatkan imunisasi, mendapatkan vitamin A enam bulan sekali dan zink ketika diare, cuci tangan pakai sabun dengan air bersih, kata aeni.

Sementara, Ketua tim monitoring FDS PKH Bayu Setiawan,  menyampaikan kesiapan pendamping saat melakukan FDS masih kurang terutama pada sisi teknik memfasilitasi. Disisi lain, penyampaian judul materi terlambat sehingga peserta saat berinteraksi didkusi masih bingung, karena ada beberapa tahapan meloncat dan cara mengunci pesan belum tersampaikan dengan baik.

"Tapi secara umum pendamping sudah menyampaikan materi dan konten yang sudah baik," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita