Warga dan Tim Tagana Sirampog membersihkan puing-puing sisa kebakaran. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Sirampog) - Dua rumah milik warga Dukuh Pakeleran RT 02 RW 02 Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 16 Maret 2010 petang ludes terbakar. Kedua rumah tersebut adalah milik Daim (40) dan Makiyah (50) warga setempat, sementara empat rumah warga lainnya milik Wajlam (55), Taid (45), Kasnap (51) dan Ruwed (54) mengalami kerusakan ringan.
Informasi yang diperoleh, Rabu 17 Maret 2010 di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran yang diduga akibat konseleting atau arus pendek listrik itu bermula dari rumah Daim. Api pertama kali muncul di bagian dapur dan terus menjalar ke bagian lainnya, termasuk rumah Makiyah yang berdampingan.
Puluhan warga sekitar yang melihat kebakaran tersebut berusaha memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Kondisi perumahan yang padat sempat menyulitkan warga untuk melakukan pemadaman, tetapi setelah sekitar dua jam, akhirnya api dapat dijinakkan. "Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.00 dan baru bisa dipadamkan pada pukul 18.00," kata Wasiun (40) warga setempat.
Hingga Rabu siang 17 Maret 2010, warga setempat bersama anggota tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Sirampog, gotongroyong membersihkan puing-puing sisa kebakaran. "Kami 10 anggota Tagana, bersama warga membantu korban membersihkan sisa-sia kebakaran dan melakukan perbaikan rumah warga yang rusak ringan," kata kordinator Tagana Sirampog, M Sabar Budianto.
Kepala Desa Sridadi, Sri Wastomo SPd ketika ditemui mengatakan, kebakaran telah menghanguskan dua rumah dan empat rumah yang berada didekatnya mengalami kerusakan ringan. Kerugian material akibat peristiwa itu sekitar Rp 60 juta. "Kebakaran juga menghanguskan peralatan rumah tangga," ujarnya.
Menurutnya, Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke kantor Kecamatan Sirampog untuk diteruskan ke Pemkab Brebes. Sementara dua kepala keluarga (KK) dengan anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang lain. "Sementara yang mengungsi keluarga Daim dan Makiyah," ucap Wastomo.
Dikatakan, saat ini korban bencana kebakaran itu baik yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan, sangat membutuhkan bantuan berupa bahan makanan dan material untuk memperbaiki rumahnya. Selain itu bantuan pakaian dan selimut juga dibutuhkan oleh keluarga Daim dan makiyah, karena seluruh pakaian milik dua keluarga itu ikut ludes terbakar. "Bantuan sangat dibutuhkan oleh korban kebakaran, sampai saat ini bantuan barau datang dari warga sekitar," tutur Wastomo.
Kepala Kepala Polres Brebes, AKBP Beno Louhenapessy SIK MH melalui Kepala Polsek Sirampog, AKP Sapari ketika dihubungi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, dugaan kuat penyebab kebakaran tersebut akibat konseleting listrik. "Petugas kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, dugaan karena konsleting listrik," tuturnya.
Ia mengatakan, untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, Sapari menghimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada terhadap bahaya kebakaran meski di musim penghujan seperti saat ini. "Di musim hujan kebakaran akibat konseleting listrik bisa terjadi, karenanya kalau ada kabel listrik yang terkelupas atau mulai rusak segera menghubungi petugas dari PLN untuk memperbaikinya," tutur Sapari.