Senin, 30/03/2020, 21:38:27
Isolasi Wilayah, Warga Kelurahan Debong Kidul Merasa Terisolir
LAPORAN JOHARI

Salah satu warga Debong Kidul yang merasa terisolir

PanturaNews (Tegal) – Hari pertama pelaksanaan Isolasi Wilayah di Kota Tegal, menuai protes dari warga Kota Tegal sendiri. Karena merasa terisolir dan merasa di anak tirikan, oleh Pemerintah Kota Tegal, Senin 30 Maret 2020.

Eko (40) warga RW 03, Kelurahan Debong Kidul mengaku dengan adanya penutupan beton di perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal, merasa keberatan dan merasa terganggu untuk aktifitas ke pusat pemerintahan Kota Tegal.

“Saya warga Kota Tegal, dengan adanya pemasangan beton di gapura perbatasan saya keberatan dan merasa terisolir.,” tegas Eko.

 Ditegaskan Eko, meski penutupan di perbatasan, namun di sebelah selatan beton masih banyak warga kota dan terisolir.

“Saya warga ini kota, terus kalau mau kerja atau mau ngurus surat-surat ke Tegal lewat mana. Jelas saya keberatan dan merasana dianak tirikan. Memang gapura perbatasan di sini, tapi batas wilayah kota masih agak ke selatan dan masih ada satu RW lagi,” kata Eko warga yang terisolir.

Hal yang sama juga dikata Karwi (50) pedagang buah warga setempat, dengan adanta Isolasi Wilayah dengan pemasangan beton dagangannya jadi sepi. Tidak ada pembeli buah, karena jalannya di tutup beton. “Jangankan orang lewat, warga sekitar saja sulit untuk jalan, karena jalannya ditutup beton mau lewat mana,” keluhnya.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono ketika dikonfirmasi karena ada warga kota yang terhalang beton, mengatakan akan mengkaji ulang. Sedangkan belum siapnya tenaga medis dan alat medis seperti termogran dan yang lain, baru akan dating besok, Rabu 01 April 2020.

“Sambil berjalan, akan kami kaji ulang dan yang belum lengkap akan kami lengkapi. Intinya Isolasi wilayah itu untuk keselamatan warga akan penyebaran virus corona dan membantu pemerintah pusat terkait social distancing,” tandasnya. 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita