daerah »
Kamis, 21/05/2026 22:21:24 Wib
Tak Sekadar Dialek, Penginyongan Dibahas sebagai Identitas Sosial dalam FGD Budaya di Purwokerto

PanturaNews (Purwokerto) -Di tengah derasnya arus budaya global, upaya memperkuat identitas budaya lokal terus dilakukan. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Identitas Atribut Penginyongan Tahun 2026 yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Rabu 20 Mei 2026.

Bertempat di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat lantai 4, Jl. Jend. A Yani No. 40 A Purwanegara, Purwokerto Utara, forum tersebut mempertemukan akademisi, budayawan, pegiat seni, hingga perwakilan pemerintah daerah dari Banyumas Raya. Sekitar 40 peserta hadir untuk membahas satu hal penting: bagaimana budaya Penginyongan tetap hidup, relevan, dan tidak tersisih oleh modernitas.

Hal menarik dalam forum ini bukan sekadar pembahasan atribut budaya secara simbolik, melainkan munculnya gagasan bahwa identitas Penginyongan justru terletak pada nilai sosial masyarakatnya.

Sastrawan Banyumas Ahmad Tohari penulis Novel Bekisar Merah menegaskan bahwa budaya gotong royong seperti sambatan, kerigan, dan guyub rukun merupakan fondasi utama karakter masyarakat Banyumasan.

“Petani ketika menanam kedelai ada sambatan, ada gotong royong dan guyub rukun di ladang. Nilai-nilai seperti inilah yang menjadi identitas budaya Penginyongan,” ujar Ahmad Tohari dalam diskusi tersebut.

Pernyataan itu menjadi salah satu poin kuat forum, karena identitas budaya dipahami bukan hanya lewat pakaian adat atau simbol visual, tetapi juga melalui pola hidup dan relasi sosial masyarakat.

Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Ridwan, dalam sambutannya menilai budaya lokal saat ini menghadapi tantangan besar akibat kontestasi budaya global yang semakin kuat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan bentuk lama semata.

“Melestarikan dan berinovasi harus berjalan beriringan agar budaya lokal tidak mengalami marginalisasi dan hilang,” katanya.

Gagasan tersebut memperlihatkan arah baru pelestarian budaya Penginyongan yang tidak hanya bernostalgia pada masa lalu, tetapi juga membuka ruang adaptasi dengan perkembangan zaman.

Selain Ahmad Tohari, forum menghadirkan budayawan Tegal Atmo Tan Sidik, Budayawan Pantura membahas ragam atribut seni budaya Penginyongan yang hadir. Bersama Dr Maufur Rektor Bhamada Slawi serta Dyanindra Sri Kumara dari Plataran sastra Piek Ardijanto, menuturkan dalam makalahnya berjudul “Ragam Atribut yang Menguatkan Brayah Penginyongan” yang dimuat dalam kolom Opini Radar Tegal  18 Mei 2026, bahwa Tradisi seni dan budaya Penginyongan atau ngapak pada satu sisi menjadi “pembeda” dengan komunitas masyarakat daerah lain.

Semisal kita mengenal penggunaan kosakata spesifik seperti kencot, teyeng, gigal yang hanya bisa dimaknai oleh masyarakat komunitas Banyumas. Hal yang sama ucapan: kayong ora weruh sing nggeong, kayong ora weruh empere, akan lebih akrab di daerah Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Slawi. Atau Kosakata Ngendong yang bermakna dolan akan akrab di daerah Pemalang.

Sementara itu Ki Gobed Krusharto memaparkan filosofi dan model atribut identitas budaya Penginyongan.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dari peserta mengenai strategi menjaga eksistensi budaya Banyumasan di era digital dan modern. Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Brebes, Cilacap, hingga Banjarnegara turut berbagi pengalaman terkait pengembangan budaya lokal di daerah masing-masing.

Keunggulan lain dari kegiatan ini adalah langkah konkret dokumentasi budaya melalui keberadaan “Pojok Penginyongan” di perpustakaan kampus. Setelah diskusi selesai, peserta diajak mengunjungi ruang literasi budaya tersebut yang berisi berbagai koleksi dan dokumentasi budaya lokal Banyumasan.

Langkah ini dinilai penting karena pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada forum diskusi, tetapi juga diwujudkan melalui pengarsipan pengetahuan budaya untuk generasi mendatang.

Melalui FGD ini, LPPM UIN Saizu berharap lahir kesepahaman bersama mengenai arah pelestarian budaya Penginyongan, sekaligus memperkuat posisi budaya lokal sebagai identitas masyarakat Banyumas Raya di tengah perubahan zaman.

Berita Lainnya
Sabtu, 23/05/2026 22:10:53 Wib
Jemaah Haji Asal Desa Jipang Wafat di Makkah Usai Terjatuh di Kamar Mandi
Sabtu, 23/05/2026 20:58:21 Wib
Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Lantik Pengurus Forum Musyawarah Ulama Tegal Raya
Sabtu, 23/05/2026 19:33:20 Wib
Petugas Haji Kloter SOC 8 Brebes Siap Wujudkan Tiga Sukses Haji 2026
Sabtu, 23/05/2026 19:24:09 Wib
Tok! Hakim PN Pekalongan Vonis Bebas Terdakwa Kasus Narkoba, Ini Alasannya
Sabtu, 23/05/2026 19:11:42 Wib
Lantik Pengurus KONI Baru, Bupati Pemalang Janji Bangun 'Sport Edutainment'
Sabtu, 23/05/2026 12:56:02 Wib
Kemenag Brebes Dorong Sinergi Pesantren dan Madrasah Hadapi Era Modern
Sabtu, 23/05/2026 12:49:16 Wib
Atasi 1.300 Ton Sampah per Hari, Pemkab Brebes Luncurkan Program 'BESTIE'
Jumat, 22/05/2026 21:04:59 Wib
49 Tim Pelajar Unjuk Gigi di Turnamen Futsal Piala Kepala Dindikpora Brebes 2026
Jumat, 22/05/2026 18:44:51 Wib
Kelurahan Kalinyamat Kulon Launching Gas Kopling, DPUPR dan SMP 16 Jadi Orang Tua Asuh
Jumat, 22/05/2026 16:58:04 Wib
Nekat! Maling Motor di Pemalang Todong Polisi Pakai Korek Pistol saat Ditangkap
Jumat, 22/05/2026 16:12:43 Wib
Ketua PTMSI Pamor Wicaksono Lepas 15 Atlet Brebes ke Kejurprov Jateng: Kami Optimis Raih Medali
Kamis, 21/05/2026 22:21:24 Wib
Tak Sekadar Dialek, Penginyongan Dibahas sebagai Identitas Sosial dalam FGD Budaya di Purwokerto
Kamis, 21/05/2026 19:44:08 Wib
Warga Keluhkan Banyak Jalan Rusak di Kota Tegal. Ini Jawaban Kabid Bina Marga DPUPR
Kamis, 21/05/2026 16:47:33 Wib
TMMD Sengkuyung Brebes Rampung, Jalan Baru di Desa Sridadi Mulai Beroperasi
Kamis, 21/05/2026 16:34:24 Wib
Pemkab Brebes Serahkan SK Pensiun untuk 37 ASN TMT 1 Juni 2026
Perhatian

Wartawan PanturaNews dilengkapi indentitas yang tertera pada box redaksi, jika terjadi pemungutan uang dalam peliputan berita. Hubungi Kantor Redaksi:Jl. Ayam No 29 Randugunting Kota Tegal atau E-mail:redaksi@panturanews.com atau HP:081575522283