PanturaNews (Brebes) – Seorang wanita berinisial "S" (34), asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami penderitaan akibat penyakit kulit misterius dan kondisi fisik yang terus menurun selama setahun terakhir.
Kondisi tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik mistis pemasangan susuk pemikat yang dilakukannya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, "S" sebelumnya merasa kurang percaya diri dengan penampilannya. Tergiur oleh keinginan instan untuk terlihat lebih menarik, ia memutuskan untuk mendatangi seorang "orang pintar" guna memasang susuk di beberapa bagian tubuhnya.
Gejala Penyakit yang Tidak Terdeteksi Medis
Meski awalnya merasa lebih percaya diri dan mendapat banyak perhatian, dampak negatif mulai muncul memasuki tahun kedua.
"S" mulai menderita berbagai keluhan kesehatan. Seperti timbul penyakit ruam merah dan gatal-gatal hebat di sekujur tubuh yang tidak kunjung sembuh meski telah menjalani pengobatan medis.
Bahkan, tubuh "S" sering terasa lemas tanpa sebab hingga sempat mengalami kondisi kritis.
Selain masalah kesehatan, "S" juga mengeluhkan kondisi ekonomi dan pekerjaan yang mendadak tidak stabil.
Pihak medis yang memeriksa "S" sebelumnya dikabarkan kesulitan menemukan akar penyebab penyakit tersebut secara klinis. Hal itu, mengingat kondisi fisiknya terus memburuk meskipun hasil diagnosis laboratorium tidak menunjukkan kelainan yang sebanding dengan rasa sakitnya.
Proses Pembersihan Melalui Ruqyah
Titik terang muncul saat "S" mendatangi seorang praktisi pengobatan ruqyah (Ustad) atas saran kerabatnya, yakni Ustad Samsul Rohman asal Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.
Dalam proses tersebut, "S" disarankan menjalani ruqyah sebagai upaya pembersihan diri dari unsur-unsur non-medis.
"Saat mulai berwudhu saja, pasien sudah merasakan panas dan perih yang luar biasa di kulitnya hingga hampir ambruk," ujar Ustadz Samsul Rohman, yang menangani "S", kepada PanturaNews.Com, Kamis 16 April 2026 malam.
Selama proses pembacaan ayat suci Al-Qur'an, "S" mengaku merasakan sensasi benda tajam yang bergerak di dalam tubuhnya, terutama di titik-titik tempat susuk ditanam. Proses tersebut diakhiri dengan reaksi fisik berupa muntah cairan kental berwarna cokelat dengan aroma busuk yang menyengat.
Kondisi Terkini
Pasca menjalani proses tersebut, kondisi kesehatan "S" dilaporkan membaik secara drastis. Ruam dan gatal pada kulitnya berangsur hilang, dan beban berat yang selama ini dirasakan di area pundak dikabarkan telah sirna.
"Sekarang rasanya sangat ringan. Rasa nyeri dan gatal yang dulu menyiksa sekarang sudah hilang total," ungkap "S" saat ditemui usai pengobatan ruqyah.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya penggunaan praktik mistis atau benda-benda terlarang demi tujuan kecantikan fisik, yang justru berisiko merusak kesehatan lahir maupun batin dalam jangka panjang.
Wartawan PanturaNews dilengkapi indentitas yang tertera pada box redaksi, jika terjadi pemungutan uang dalam peliputan berita. Hubungi Kantor Redaksi:Jl. Ayam No 29 Randugunting Kota Tegal atau E-mail:redaksi@panturanews.com atau HP:081575522283