PanturaNews (Brebes) – Bencana alam kembali melanda wilayah Brebes selatan. Jembatan Kalibuntu yang terletak di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, ambruk pada Jumat (3/4/2026).
Akibat insiden ini, sedikitnya 500 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Luwung dan Dukuh Kumambang terisolasi total karena jembatan sepanjang 20 meter tersebut merupakan akses vital satu-satunya.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, langsung bergerak cepat meninjau lokasi pada Sabtu (4/4/2026) dengan menggunakan sepeda motor.
Berikut adalah fakta-fakta di balik putusnya jembatan tersebut.
1. Bupati Paramitha harus terjang medan sulit pakai motor
Lantaran akses menuju lokasi yang rusak parah dan sempit, Bupati Paramitha Widya Kusuma terpaksa menggunakan sepeda motor untuk mencapai titik jembatan yang ambruk. Ia ingin memastikan langsung kondisi warga yang terisolasi.
"Kondisinya memang darurat. Kita harus pastikan penanganan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas warga tidak mati total," tegasnya di lokasi.
2. Penanganan dimulai Senin, jembatan baja jadi solusi
Tak ingin membuang waktu, Bupati langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan BPBD untuk menetapkan status tanggap darurat. Rencananya, perbaikan teknis akan mulai dilakukan pada awal pekan depan.
"Secepatnya Senin atau Selasa, PU dan BPBD akan mulai penanganan. Kami akan bangun jembatan darurat dari konstruksi baja agar lebih kuat dan cepat pemasangannya," ujar Paramitha.
3. Warga terpaksa memutar hingga 3 kali lipat lebih jauh
Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman, mengungkapkan bahwa putusnya jembatan ini membuat kehidupan 500 KK lumpuh seketika. Untuk sekadar ke pasar, sekolah, atau fasilitas kesehatan, warga harus memutar melalui wilayah Sirampog atau Bumiayu.
"Jaraknya jadi tiga kali lebih jauh. Ini sangat menyulitkan, terutama bagi para petani yang ingin membawa hasil panen mereka," kata Nur Rohman.
4. Dipicu arus sungai deras dan tanah labil
Bencana ini bermula dari hujan deras yang terus mengguyur wilayah Paguyangan, menyebabkan arus sungai meningkat tajam. Arus yang kuat tersebut menggerus pondasi jembatan hingga ambruk total.
Kondisi tanah yang labil di area tersebut memang menjadi tantangan berat bagi ketahanan infrastruktur di Brebes selatan. Saat ini, area sekitar jembatan telah dipasang garis pengaman dan tanda bahaya demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Wartawan PanturaNews dilengkapi indentitas yang tertera pada box redaksi, jika terjadi pemungutan uang dalam peliputan berita. Hubungi Kantor Redaksi:Jl. Ayam No 29 Randugunting Kota Tegal atau E-mail:redaksi@panturanews.com atau HP:081575522283