KA Argo Anggrek yang anjlog di Desa Pebatan, Wanasari, Kabupaten Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Tegal) - Akibat Kereta Api (KA) Argo Anggrek jurusan Stasiun Pasar Turi Surabaya - Gambir Jakarta, anjlog di jembatan sungai atau tepatnya di KM 163 Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 16 November 2012 sekitar pukul 14.30 WIB, membuat perjalanan KA selanjutnya dari arah timur ke barat tujuan Cirebon, Bandung dan Jakarta menjadi terhambat.
"Bahkan ada sekitar ratusan penumpang KA Cirebon Ekpres (Cirek) yang akan berangkat pukul 16.15 WIB, banyak yang mengembalikan tiket karena kereta belum berangkat," ujar Wakil Kepala Stasiun Kota Tegal, Harri Supriyono, saat dihubungi melalui pesawat telepon, Jumat 16 November 2012.
Harri mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi penumpang Cirek dengan menggunakan angkutan bus diantar ke Stasiun Tanjung, Kabupaten Brebes, untuk diberangkatkan ke Jakarta dari sana. “Ini sebagai konsekuensi pelayanan dari PT KAI,” kata Harri.
Menurutnya, apabila bus jemputan belum datang, pihaknya berjanji akan menitipkan penumpang kereta api Cirek dengan kereta Argo Muria asal Stasiun Tawang Semarang tujuan Gambir Jakarta, yang diperkirakan sampai Stasiun Tegal pukul 18.10 WIB.
"Itu kalau KA Argo Anggrek yang anjlok di Brebes bisa dievaluaski. Tapi, kalau masih belum bisa dievakuasi, terpaksa kami alihkan lewat jalur selatan Slawi-Prupuk kemudian menuju ke Cirebon,” terangnya.
Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab anjloknya kereta asal Surabaya tersebut, karena saat ini pihak Stasiun Tegal sedang sibuk mengatur perjalanan kereta terkait insiden anjloknya kereta di KM 163 Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.