Yenny Wahid (paling kanan)berorasi pada kampanye pasangan IJO di lapangan Stadion Karangbirahi (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Seorang perempuan menjadi calon pemimpin tidak dilarang oleh agama. Bahkan berdasarkan hasil muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Makasar beberapa waktu lalu, juga menyebutkan bahwa seorang perempuan dibolehkan menjadi pemimpin.
"Dengan demikian, kalau ada orang NU yang mau menjegal pasangan Hj. Idza Priyanti SE - Narjo (IJO) sebagai calon bupati (cabup) - calon wakil bupati (cawabup) Brebes, berarti diragukan NU-nya," ujar Ketua Umum PKBIB, Zannuba Arifah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid dalam orasi kampanye pasangan calon nomor urut 2 itu, dihadapan puluhan ribu orang di lapangan Stadion Karangbirahi, Senin 01 Oktober 2012 siang. Hadir juga pada kesempatan itu cucu Presiden RI pertama, Puti Guntur Soekarno dan tokoh nasional lainnya.
Menurut putri almarhum H Abdurrahman Wahid (Dus Gur), bahwa pasangan IJO maju dalam bursa Pemilukada Brebes 2012 ini, karena mau bersungguh-sungguh merubah Kabupaten Brebes yang lebih baik lagi.
"Kita butuh pemimpin yang seperti itu, yang bisa mensejahterakan rakyatnya. Untuk itu, mari kita dukung pasangan IJO dalam pelaksanaan Pemilukada 07 Oktober 2012 mendatang," ungkapnya dihadapan puluhan ribu orang pendukung IJO.
Puti Guntur Soekarno yang ikut menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan IJO, juga mengajak kepada seluruh pendukung pasangan untuk bisa menjadi ujung tombak demi meraih kemenangan IJO. Bung Karno sendiri, kata Puti, pernah mengatakan; Hai marhaen-marhaen yang baik, petani nelayan, pedagang dan lain sebagainya. Jika ingin memenangkan terhadap segala sesuatu hal, maka bekerja keraslah untuk meraih kemenangan.
"Seperti semangatnya Joko Widodo (Jokowi) yang telah memenangkan Pemilukada Gubernur DKI Jakarta dengan mengenakan kemeja kotak-kotak. Kemenangan itu bisa terlaksana karena bersungguh-sunguh dan bekerja keras. Maka dari itu, jika ingin memenangkan pasangan IJO, semuanya harus bisa menjadi ujung tombaknya," tegas Puti.
Tak ketinggalan, pasangan IJO juga menyerukan kepada para pendukungnya itu untuk memilih cabup dan cawabup nomor urut 2. Dalam orasinya, jika terpilih menjadi bupati dan wabup Brebes, pasangan IJO berjanji akan berupaya mensejahterakan rakyatnya melalui berbagai macam bidang atau program pembangunan.
Bahkan, jika diamanatkan oleh rakyat untuk memimpin Kabupaten Brebes lima tahun kedepan, Idza Priyanti akan memberikan gajinya selama lima tahun kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya.
Mendengar orasi itu, massa pendukung pasangan IJO langsung memberikan aplus dan tepuk tangan. "Hidup IJO. Hidup IJO. IJO pasti menang," teriak salah seorang pendukung IJO yang menyaksikan kampanye akbar tersebut.
Sebelum mengikuti kampanye pasangan IJO di Kabupaten Brebes, Puti Guntur Soekarno didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tegal, Rosalina Ikmal Jaya, Ketua Departemen Kesehatan DPP PDIP, Sere Tambunan, Anggota Departemen Pertanian Perikanan dan Kelautan DPP PDIP, Damayanti Wisnu Putranti SIP serta anggota Departemen Infokom DPP PDIP, Ati Cahyanto berkunjung ke Sentra Batik Tegal di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.